oleh

Dewan: Temuan Industri Gas di Setu Jangan Dibiarkan

Kabar6-Aparatur daerah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diingatkan agar tidak “main mata” terhadap hasil temuan industri gas elpiji.

Industri yang terletak di Kampung Momonggor, Kademangan (bukan Keranggan), Kecamatan Setu itu telah lama beroperasi dan diduga biasa melakukan pengoplosan isi kemasan tabung gas.

Demikian disampaikan Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Kesra DPRD Kota Tangsel, Robert Usman, Minggu (9/2/2014).

“Jika sudah melihat ada indikasi (melanggar hukum) jangan dibiarkan saja. Harus ada tindakan tegas,” katanya.

Menurutnya, setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menemukan dan membuat rekomendasi hendaknya segera ditindaklanjuti.

Dalam hal ini menjadi tugas pokok dan fungsi dari perangkat Satpol PP selaku aparat penegak peraturan daerah (Perda).

Itupun tentunya tidak bisa bekerja sendirian ketika akan menindak lokasi usaha tersebut. Robert tegaskan, perangkat daerah terkait di Kota Tangsel perlu berkoordinasi untuk meminta pengamanan tambahan kepada aparat TNI/Polri.

Sebab rentan terjadi gesekan antara kedua pihak yang berkepentingan. Seperti halnya ketika rombongan petugas Disperindag melakukan inspeksi mendadak dan diikuti awak media, Jum’at kemarin.

Sejumlah orang yang membawa senjata tajam dan diduga sebagai massa bayaran pengusaha marah dan mengusir.

“Jangan seenaknya saja bikin usaha yang dampaknya merugikan banyak pihak. Terlebih masyarakat selaku konsumen,” tegas Robert.

Seperti diberitakan, Disperindag Kota Tangsel mengendus dugaan adanya praktek penyuntikan isi tabung gas di sebuah gudang. **Baca juga: Wira-wiri, Truk Angkutan Gas Mencurigakan.

Saat petugas meminta kepemilikan dokumen legal kegiataan usaha, pengelola industri pengisian tabung gas elpiji ukuran 12-24 kilogram itu tidak mengantongi.(yud)

Berita Terbaru