oleh

Detik-detik Bus Peziarah Asal Sukamulya Tangerang Kecelakaan di Ciamis

Kabar6-Bus Pandawa yang mengangkut sekitar 40 orang warga Kampung Ceplak, Sukamulya, Kabupaten Tangerang, berangkat menuju arah Cirebon. Sebelum terjadi kecelakaan maut di Ciamis, supir pastikan bus dalam kondisi prima.

Agus Supriyanto, 51 tahun, salah satu korban selamat menceritakan kejadian itu saat bus mengarah ke Panjalu mau turun ke Paminja. Rombongan bus sempat istirahat di jalan.

“Dari kilometer pertama itu tidak ada masalah, itu bukan blong, kalo blong itu dari pertama sudah beresiko kan,” ungkapnya setiba di Kampung Ceplak, Minggu (22/5/2022).

Ia menduga kuat faktor utama kecelakaan karena kesalahan orang pribadi (human error). Supir bus hilang kendali lantaran melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Agus jelaskan, lokasi kejadian kecelakaan di Desa Payungsari, Panumbangan, Kecamatan Ciamis hanya berjarak sekitar satu kilometer dari titik lokasi ziarah. Jika rem bermasalah pastinya supir sudah merasakan sejak awal.

“Berawal dari gasnya itu, saya rasa bukan lagi memakai gigi 3 sampai 4 mungkin di atas itu,” kata Agus.

Menurutnya, kondisi jalan sekitar tidak terlalu curam. Jalan turunan sisi kanan kiri hanya sedikit curam. “Karena posisi jalan itu kecil tidak lebar,” sebut pria berperawakan tinggi kekar itu.

Bus tiba-tiba menabrak rumah. Penumpang bus yang sedang tidur karena lelah akibat panjangnya perjalanan pun saling berteriakan histeris.

**Baca juga: Kesaksian Korban Kecelakaan Bus Maut di Ciamis yang Selamat

Agus bilang, Sri Wahyuni, korban yang meninggal dunia itu terluka karena kena serpihan kaca. Almarhumah yang masih keluarganya itu kena pecahan kaca bus karena memang duduknya persis di belakang kemudi supir bus.

“Saya di nomor dua dari paling belakang, kan saya komando penumpang, yang diangkut itu orang tua semua, pas kejadian posisi saya menunduk di bawah bangku sambil berdoa. Alhamdulillah kita selamat,” kenangnya.(Rez)