Home / Banten / Pandeglang / Derita Penyakit Langka, Anak Nelayan di Pandeglang Butuh Bantuan
Derita penyakit langka.(dhi)

Derita Penyakit Langka, Anak Nelayan di Pandeglang Butuh Bantuan

Kabar6-Putri dari pasangan Umed dan Lilis, bernama Eliyatul Ihlas, membutuhkan pertolongan untuk mengobati penyakit langka bernama Arteriovenous Malformation (AVM).

AVM merupakan jenis penyakit yang muncul saat lahir. Pembuluh darah arteri dan Vena di penderita AVM bisa pecah dan menyebabkan pendarahan ke dalam otak atau sumsum tulang belakang, gejalanya diawali berupa sakit kepala dan kejang.

Penyakit langka di Indonesia ini, pada sebagian kasus, biasanya ditangani dengan kateter atau radiasi untuk menutup pembuluh darah.

“Berobat selama ini dari Puskesmas Carita ke RS Berkah Pandeglang, trus ke RSCM Jakarta pakai BPJS,” kata Eliyatul Ihlas, Kamis (11/10/2018).

Umed sang ayah, bekerja sebagai nelayan. Sedangkan ibunya Lilis, hanya seorang penyewa ban bekas untuk berenang di Pantai Carita, yang hanya bekerja setiap hari libur saja.

Penyakit langka yang di derita oleh warga Kampung Pakojan, RT 02, RW05, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang ini, telah di deritanya selama sembilan tahun dan baru mendapatkan pertolongan medis selama enam tahun belakangan.

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati sakit benjolan-benjolan bagi putri yang kedua orang tuanya juga bekerja sebagai penyewa ban bekas untuk berenang disekitar kawasan Carita dan Anyer.

“Tapi obat-obatan ada yang enggak dicover BPJS, Buat ongkos dari Carita ke Jakarta juga susah,” jelasnya.

Penghasilan tak menentu sebagai nelayan dan penyewa ban bekas, membuat kedua orangtuanya kesulitan membiayai pengobatan anaknya.

Meski telah dibantu oleh relawan sosial yang mengumpulkan bantuan melalui media sosial (medsos) seadanya, tetap membutuhkan uluran tangan donatur.

“Kalau kata dokter di RSCM, harus dibawa ke Singapura. Tapi dana nya terlalu besar, kita belum mampu,” kata Wiwid, relawan sosial dari FBn, Kamis (11//20/2018).

Usai dioperasi yang telah dilakukan sekitar 10 kali, Eliyatul harus membeli obat yang kadang tak tercover BPJS.**Baca Juga: Pembangunan Gedung BPBD Kabupaten Tangerang Akan Dilaksanakan.

“Sakitnya itu ada benjolannya itu, semakin membesar dan kalau mau muncul benjolan, baru itu badan semua sakit. Kalau habis dioperasi beli butuh obat-obatan, vitamin dan makanan penunjang,” jelasnya.(dhi)

Check Also

kabar6.com

Tekan Peredaran Miras, Satpol PP Berhasil Amankan Puluhan Botol Miras

Kabar6-Dalam menekan peredaran Minuman Keras (Miras) di Kabupaten Pandeglang menjelang tahun baru 2019. Jajaran Satuan ...