oleh

Demi Punya Bisep, ‘Hulk Brasil’ Nekat Suntik Tubuhnya dengan Minyak

Kabar6-Kisah tragis menimpa seorang binaragawan sekaligus bintang TikTok asal Sao Paulo bernama Valdir Segato yang dijuluki ‘Hulk Brasil’.

Segato diketahui berhasil memperoleh 1,6 juta pengikut di akun TikTok dengan menyuntik minyak berbahaya ke tubuhnya sendiri untuk membuat bisep, yaitu otot yang terletak pada bagian depan lengan atas.

Pria itu, melansir gosocial, menggunakan suntikan synthol untuk menghasilkan otot bisep, dada, dan punggung yang besar. Tindakan ini dilakukan selama bertahun-tahun meskipun ada risiko stroke dan infeksi membayangi. Segato mengatakan, dia terinspirasi oleh fisik Arnold Schwarzenegger dan karakter fiksi seperti The Hulk. Binaragawan ini bahkan mengaku bangga dikenal di jalanan sebagai ‘monster’.

Enam tahun berlalu, dokter telah memperingatkan bahwa Segato akan menghadapi amputasi, atau paling tidak kerusakan saraf dan otot, jika terus menerus menggunakan suntikan untuk ‘mengembangkan’ tubuhnya.

Namun Segato yang sebelumnya adalah pekerja konstruksi mengatakan bahwa dia menyukai perhatian yang dapat, sehingga justru ingin menjadi lebih besar lagi. ** Baca juga: Wanita Irlandia Dihukum Dua Bulan Penjara Karena Rusak Kemasan Keripik Kentang

“Mereka memanggil saya Hulk, Schwarzenegger sepanjang waktu dan saya suka itu. Saya menggandakan bisep saya tetapi saya masih ingin menjadi lebih besar,” katanya.

Segato yang bangga mengunggah gambar dan video ke media sosial, serta menyebut dirinya ‘Valdir Synthol’ di Instagram. Sayang, ketenaran itu hanya dapat dinikmati dalam waktu singkat. Segato menghembuskan napas terakhir pada hari ulang tahunnya yang ke-55 di Ribeirao Preto.

Menurut laporan, pada saat kematiannya Segato hanya memiliki beberapa teman yang berkunjung. Meskipun pengikutnya besar di media sosial karena unggahan video selama bertahun-tahun, pria berusia 55 tahun itu menjalani kehidupan yang terisolasi.

Europe PubMed Central mengungkapkan, efek samping synthol bermacam-macam mulai dari menyebabkan kerusakan saraf, emboli minyak paru, oklusi arteri pulmonalis, infark miokard, stroke otak dan komplikasi infeksi.

Meskipun diperingatkan bahwa penggunaan minyak secara terus-menerus dapat mengakibatkan amputasi, Segato melanjutkan praktik berbahaya tersebut.

Sebelumnya, Segato sempat berkata bahwa para dokter menyuruhnya berhenti. “Tapi itu keputusan saya untuk menggunakannya karena saya ingin, karena saya suka,” ujar Segato kala itu.(ilj/bbs)