oleh

Dana Swadaya, Warga Distribusikan 17 Truk Batu untuk Jalan Rusak di Sindangresmi

Kabar6-Pembangunan jalan yang melewati tiga desa di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang secara swadaya terus dilakukan Forum Komunikasi Pemuda Peduli Lingkungan (FKPPL), termasuk melakukan galang dana.

Koordinator FKPPL Yogi Iskandar mengatakan, dana yang terkumpul dari para dermawan Rp13.662.000, sementara ada beberapa dermawan yang menyumbang barang berupa batu sebanyak empat truk. Penggalangan dana itu dilakukan selama 10 hari.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat setempat maupun yang di luar Sindangresmi telah membantu perbaikan Jalan Cibaregbeg yang terletak di Desa Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang-Banten,” kata Yogi, Jumat (7/12/2018).

Sumbangan berupa uang dibelanjakan bahan material batu sebanyak 13 truk, sudah dipasang oleh warga secara gotong royong, begitu juga dengan bantuan berupa bahan material batu telah dipasang. Jadi total batu yang diperoleh sebanyak 17 truk.

Selama penggalangan dana, panitia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Peduli Lingkungan (FKPPL) mengumpulkan iuran dengan cara datang ke rumah-warga, mengajak iuran tanpa menentukan besar atau kecilnya nominal yang diberikan. Panitia juga tidak memaksa warga untuk iuran, galang dana ini murni dari sukarelawan dan dermawan yang berkenan saja.

Panitia juga hanya menggalang dana dari warga yang terjangkau alias warga yang tinggal di tiga desa terdekat yaitu Desa Sindangreami yang dikoordinatori oleh Ahmad Fauzi, Desa Pasirlancar oleh Sadik dan Desa Campakawarna oleh Dani.

“Selebihnya open donasi dengan mengumumkan di media sosial. Sedangkan dalam upaya transparansi, masyarakat bisa datang langsung ke panitia untuk melihat data pengeluaran,” ungkap Yogi.**Baca Juga: Mahasiswa Unma Banten Keluhkan Kondisi Gedung Kumuh dan Bocor.

Yogi meninta pemerintah menindaklanjuti pembangunan hasil swadaya masyarakat dengan membangun berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) dan drainase.

“Seharusnya ada tindaklanjut dari pemerintah untuk memaksimalkan jalan tersebut, kondisi jalan rusak parah masih perlu penyangga berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) dan drainase. Kami hanya bisa elus dada kalo pemerintah masih tidak mau memerhatikan Jalan tersebut,” paparnya.(aep)

Berita Terbaru