oleh

Combes Bansel Bebersih Tugu Tan Malaka

Kabar6-Tugu Tan Malaka yang berlokasi di Jalan Ciwaru-Bayah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kini mulai rapuh tak terurus.

Sedianya, tugu yang dibangun pada tahun 1946 untuk mengenang puluhan ribu romusa yang tewas pada masa pendudukan Jepang ituseolah terlantar.

“Ini peninggalan sejarah. Kita sebagai pemuda, harus perihatin dengan kondisi ini,” ujar Rangga Mustika, disela acara bersih-bersih di tugu Romusa Tan Malaka, Senin (4/5/2015).

Sejatinya, aksi bebersih Tugu Tan Malaka itu dilakoni oleh anak muda dalam Comunity Bikers Banten Selatan (Combes Bansel), gabungan pecinta kendaraan roda dua dari wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Dalam aksinya, Combes Bansel membersihkan rumput yang mulai tinggi, menyapu, bahkan menghilangkan lumut, mengecat ulang, hingga menembel keramik yang sudah nampak pecah di Tugu Tan Malaka.

“Dana yang digunakan untuk melakukan kegiatan tersebut didapatkan dari hasil sumbangan pribadi. Sebagian berasal dari pengguna jalan yang menyumbang,” ujar Rangga lagi.

Sejatinya, Tugu Romusha Tan Malaka dibangun untuk mengenang tewasnya 93 ribu warga pribumi Indonesia karena dipaksa membangun jalan kereta api Saketi-Bayah sejauh 90 kilometer, untuk mengangkut batu bara di zaman penjajahan Jepang.

Di Bayah sendiri, seorang Bapak Bangsa bernama Tan Malaka bersembunyi dan bekerja bersama para romusha dengan nama samaran Iljas Husein. **Baca juga: Hantam Truk, Mahasiswa Tangerang Terkapar di Pagedangan.

“Aksi ini dilakukan, selain bentuk kepedulian, juga bentuk kritikan terhadap pemerintah setempat yang kita anggap tidak peduli terhadap bangunan bersejarah,” tegasnya.

Bangunan monumen Romusha Tan Malaka tersebut berupa tonggak menumen bersisi empat dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Sedangkan peninggalan jalur kereta, stasiun, ataupun tempat parkir lokomotif yang berlokasi di Pantai Manuk tak tersisa lagi. Bekas stasiun hanya meninggalkan pondasi yang dipenuhi rumput dan tanaman liar.(tmn/din)

 

Berita Terbaru