oleh

Cerita Yani Warga Pandeglang Tinggal di Gubuk Reyot Dilahan Kereta Api

Kabar6- Jalur Kereta Api Jurusan Rangkasbitung – Labuan, Kabupaten Pandeglang sudah puluhan tahun tidak aktif. Kondisinya kini bekas rel kereta api banyak beralih fungsi menjadi permukaan warga, Salah satunya di Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang.

Rencananya kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan mengaktifkan kembali  Kereta Api rute Rangkasbitung – Kadomas yang masuk dal tahap kesatu. Jalur Kereta Api tepatnya di Kampung Kadomas Girang RT 03 RW 07, sejumlah rumah permanen dan semi permanen dibangun di atas rel kereta yang dulunya lokasi tersebut bekas stasiun. Rel- rel kereta nampak di terpotong di setiap bangunan rumah warga.

Salah satunya rumah milik Yani (57) yang tinggal di lahan kereta api. Ia mengaku, sudah mendapatkan informasi dari tahun 2019 jika rel tersebut bakal beroperasi kembali. Sadar tinggal di lahan bukan miliknya, Yani tak mempersoalkan jika suatu saat tempat tinggalnya di gusur.

“Sudah ditanya oleh pihak Persero (pihak kereta api) jadi kalau ada penggusuran jangan merasa di paksa. Tadi dari dulu saya sudah menempati ini tidak masalah apabila ini terjadi penggusuran,” kata Yani, Selasa (11/2/2020).

Mereka tinggal sebuah gubuk reyot diperkirakan berukuran 4×6 meter di atas lahan milik Kereta Api Indonesia (KAI) sejak 13 tahun silam. Rumah semi permanen itu mereka jadikan tempat tinggal yang sekat menjadi dua bagian.

Pada satu bagian ia buat lebih tinggi yang dijadikan tempat tidur bersama tiga anaknya. Sebagian bilik-bilik bambu sudah mulai rusak dan lapuk dimakan usia, saat turun air hujan tak jarang air  mudah masuk. Dengan kondisi tempat tidur yang sempat ia harus tidur berdesak-desakan.

Ia bersama keluarga akan pindah jika pengosongan jalur tersebut sudah di kerjakan oleh pihak kereta api. Namun ia mengaku belum miliki  rencana akan pindah kemana, karena ia tidak memiliki lahan untuk membangun rumah kembali.

**Baca juga: Bawaslu Pandeglang Endus Pelamar PPK Diduga Terlibat Parpol.

Kendati demikian, ia masih menunggu kapan ia harus angkat kaki di lokasi tersebut. Sebelum ada  kejelasan dari pihak kereta api dan pemerintah setempat Yani akan tetap tinggal lokasi itu. Setelah ada kepastian, Yani kemungkinan akan mencari kontrakan untuk ditinggali bersama istri dan ketiga anaknya.

“Ya gimana nanti saja, belum punya rencana.  Kalau udah ada kejelasan (kapan di kosongkan) paling ngontrak dulu,”katanya. (Aep)

Berita Terbaru