1

Kembali Dirazia, Para PSK Nyemplung Ke Empang

Kabar6 – Lokasi protitusi tertua di Kabupaten Tangerang kembali di obok-obok petugas gabungan dari Polsek Teluknaga, Koramil, dan Satpol PP Kabupaten Tangerang. Minggu (05/08/2012) sekitar pukul 00.25 WIB.

Sebanyak 12 Wanita Pekerja Seks Komersil (PSK) yang mangkal di tempat protitusi Sungai Tahang, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang berhasil diamankan petugas.

Kedatangan puluhan petugas gabungan tersebut membuat para PSK kocar kacir untuk menyelamatkan diri. Untuk menghindari kejarangan petugas, lima dari 12 PSK diamankan itu bersembunyi ke dalam empang milik warga. petugas pun terpaksa turun ke dalam empang untuk mengamankan para PSK yang kebanyakan masih dibawah umur.

“Mereka kocar kacir ketika melihat kedatangan petugas. Bahkan untuk menghindari kejaran petugas, ada beberapa PSK menceburkan dirinya ke dalam empang warga,” ungkap Kapolsek Teluknaga, AKP Endang Sukmawijaya, dilokasi kejadian, Minggu (05/08/2012) dinihari.

Saat ini 12 PSK yang berhasil ditangkap tersebut dibawa ke Polsek Teluknaga untuk di data dan akan dikirim ke Dinas Sosial di Jakarta Timur.

“Minggu pagi mereka akan kami kirim ke Dinas Sosial,” aku kapolsek. (Abie/arsa)




Sumbangkan Medali, 2 Atlet Angkat Besim Disambut Bak Pahlawan

Kabar6-Dua atlit angkat besi penyumbang medali untuk Indonesia di Olympiade London 2012, Eko Yuli Irawan dan Trianto tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta (BSH) Tangerang, Sabtu (4/8/2012).

Kepulangan dua atlit ini di tanah air disambut suka cita oleh pejabat teras Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) dan pejabat Komite Olympiade Indonesia.

“Atas nama bangsa Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada dua atlit ini. Meski dengan keterbatasan kondisi yang ada, keduanya tetap mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Ketua PB PABBSI, Adang Darajatun, saat menyambut kepulangan kedua atlit itu.

Sementara, Eko Yuli Irawan, peraih medali Perak dan Triyanto, perain medali perunggu dalam Olympiade London 2012, juga mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia terhadap mereka.

“Meski dengan pelatihan yang sangat terbatas, hanya 6 bulan sebelum bertanding, tapi dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, akhirnya kami bisa berprestasi. Terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Triyanto.(rani)




Yayasan Asy-syukriyyah Santuni 150 Yatim & Dhuafa

Kabar6-Sebanyak 150 anak yatim piatu dan kaum dhuafa mendapat santunan dari Yayasan Asy-syukriyyah di Jalan KH. Hasyim Ashari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (04/08/2012).

Santunan ini merupakan kegiatan rutin yang telah diagendakan pihak Yayasan Asy-syukriyyah sejak 12 tahun lalu atau dimulai sejak tahun 1990. 

“Santunan ini memang sengaja kami agendakan, karena merupakan salah satu program pendidikan bagi siswa untuk bisa memupuk rasa kebersamaan dan rasa saling berbagi terhadap sesama,” ujar Ketua Panitia Santunan Yayasan Asy-syukriyyah, Saiful Hidayat.

Menurut Saiful, dana santunan yang disalurkan berasal dari hasil infak harian para santri selama satu tahun dan sumbangan dari para orang tua santri.

“Dana infak harian santri dalam setahun mencapai hingga Rp. 5 juta. Ditambah lagi sumbangana dari para donatur dan orang tua siswa. Dan, semua itu kami satukan untuk kemudian disalurkan kembali dalam bentuk santunan,” ujar Saiful lagi.(arsa)




Satpol PP Tangkap 12 Anjal & Gepeng di Kota Tangerang

Kabar6-Aksi kejar-kejaran mewarnai operasi Gelandangan Pengemis (Gepeng) dan Anak Jalanan (Anjal) yang digelar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Tangerang, Sabtu (4/8/2012).

Umumnya, para gepeng dan anjal yang tertangkap berupaya berontak dan menolak saat akan dibawa petugas.

Meski sebagian besar anjal dan gepeng berhasil kabur dan lolos dari sergapan petugas, namun tak urung sebanyak 12 Gepeng dan Anjal berhasil dijaring dalam operasi itu.

Selain menegakkan Peraturan Daerah (Perda), razia yang digelar Satpol PP dan Dinas Sosial itu juga dalam rangka menjawab keresahan warga Kota Tangerang, menyusul kian maraknya gepeng dan anjal jelang lebaran.

“Para gepeng dan anjal yang terjaring selanjutnya akan kami berikan pengarahan SDM, atau kami pulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” ujar Zainuddin, salah seorang petugas dari Dinas Sosial yang ikut dalam operasi itu.(bad)

 




Bawa Clurit, Tossy Nizarwan di Tangkap di Parkiran Mc Donald

Kabar6-Dicurigai hendak melakukan kejahatan, seorang pria yang kedapatan membawa clurit dibekuk petugas keamanan di area parkir Mc Donald Alam Sutra, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (4/8/2012) dini hari.

Tersangka Tossy Nizarwan (31), warga Kelurahan Paninggalan, Kota Tangerang, diserahkan berikut sebilah clurit bergagang warnah coklat ke Polsek Serpong.

Menurut keterangan, saat itu Tossy  bersama beberapa temannya berkumpul di area parkit Mc Donald. Dua saksi , Jaya Budiyanto (20), dan Agus Pambudi (22), anggota  Yon Kav 9 Serpong, curiga lalu menghampirinya. Mengetahui kedatangan, Tossy dan teman-temannya kabur.

Namun, dua saksi tersebut berhasil menangkap Tossy. Saat digeledah, ditemukan sebilah clurit dari balik baju Tossy. Selanjutnyam Tossy digelandang ke Polsek Serpong berikut banrang buktinya. Belum diketahui untuk apa pelaku membawa clurit karena belum ada keterangan dari petugas Polsek Serpong.(HP/sak)

 




Ribuan Buruh Pabrik Nike Ancam Bakal Lanjutkan Aksi

Kabar6-Polsek Serpong memastikan aksi demo yang digelar ribuan buruh perusahaan sepatu PT Pratama Abadi Industri (PAI) di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (3/8/2012) berlangsung tanpa pemberitahuan.

“Aksi ini terjadi secara spontan. Dan, untungnya karyawan ngerti hingga demo ini tidak berlangsung lama,” ujar Kapolsek Serpong Kompol Nico Andreano Setiawan, Jumat (3/8/2012).

Kapolsek berharap, pihak perusahaan bisa menanggapi aspirasi buruh hingga aksi demo tidak berkepanjangan. “Mudah-mudahan demo tidak berlanjut. Karena rencananya, buruh dan menejemen perusahaan akan bertemu Senin depan,” ujar Nico lagi.

Sementara, usai menggelar aksi protes tersebut, ribuan buruh kemudian langsung meninggalkan pabrik dan pulang ke rumahnya masing-masing.

Namun, buruh mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar bila hingga Senin (6/8/2012) mendatang pihak perusahaan tidak merespon aspirasi mereka.

Sementara, hinga berita ini disusun belum ada klarifikasi langsung dari pihak menejemen PT PAI. Sejumlah awak media yang hendak masuk menemui menejemen dihadang oleh petugas security pabrik.(turnya)




Buruh Protes THR, Operasional Pabrik Sepatu Nike Lumpuh

Kabar6-Operasional PT Pratama Abadi Industri (PAI) di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (3/8/2012) malam lumpuh.

Ribuan buruh perusahaan yang memproduksi sepatu Nike itu menggelar aksi mogok kerja guna memprotes besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan menejemen perusahaan tersebut.

“Kami tidak terima. Kebijakan yang dikeluarkan menejemen perusahaan ini sudah ngawur. Kok THR karyawan yang sudah bekerja selama 12 tahun sama dengan THR karyawan yang belum genap dua tahun bekerja,” ujar Eneng, salah seorang karyawan bagian Sewing di PT PAI.

Menurut Eneng, kebijakan THR yang dikeluarkan menejemen perusahaan sama halnya dengan melukai perasaan karyawan yang telah mengabdi belasan tahun di PT PAI.

“Karyawan yang sudah 12 tahun bekerja diberi THR sebesar Rp. 1.7 juta. Sedangkan karyawan yang baru bekerja 1,5 tahun diberi THR sebesar Rp. 1,6 juta. Lalu, dimana bentuk penghargaan perusahaan terhadap karyawan yang sudah lama mengabdi,” ujar Eneng lagi.

Hal senada diungkapkan Asep, karyawan lainnya. Menurutnya, meski telah 7 tahun bekerja di PT PAI, THR yang diterima setelah dipotong pajak cuma berbeda 10 ribu dengan karyawan yang baru setahun bekerja.

Asep dan ribuan buruh lainnya mengancam akan terus melakukana aksi mogok kerja bila pihak menejemen perusahaan tidak segera merubah kebijakan tersebut. “Kami minta, pihak perusahaan segera merubah kebijakannya dan menaikkan besaran THR bagi karyawan lama,” ujarnya lagi.(turnya).




HUT RI, 161 Napi di Banten Bebas

Kabar6-Hari kemerdekaan RI tahun ini, tak kurang dari 161 tahanan diwilayah Provinsi Banten dinyatakan bebas pada 17 Agustus mendatang

.

Sedangkan sebanyak 1.000 orang lainnya masih menunggu proses usulan untuk mendapatkan pemangkasan remisi atau masa tahanan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Banten Imam Santoso mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan sedikitnya 1.000 orang tahanan di 10 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Banten untuk mendapatkan remisi tersebut.

“Kalau yang sudah pasti bebas pada 17 Agustusan nanti 161 orang, sisanya masih dalam proses usulan,” terang Imam saat ditemui, Jumat (3/8/2012).

Saat ini kata Imam, pihaknya memiliki lebih dari 7.700 tahanan di semua Lapas dan Rutan di Banten. Jumlah tersebut didominasi oleh 5 Lapas yang ada di Kota Tangerang. “Sisanya di Serang, Kabupaten Tangerang, Pandegelang dan Cilegon,” tuturnya.

Masih kata Imam, adapun pemangkasan masa tahanan yang didapatkan oleh mereka yang mendapatkan remisi berkisar antara 1-6 bulan masa tahanan. Hal itu diusulkan berdasarkan rekam jejak dan catatan para tahanan saat menjadi warga binaan.

“Kalau pemangkasannya 6 bulan maksimal, dan tidak ada waktu minimal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Anak Laki-laki Kota Tangerang Budi Rahrdjo mengatakan, di Lapas Anak Laki-laki sendiri terdapat sedikitnya 5 orang yang akan langsung bebas saat 17 Agustusan mendatang.

“Untuk mereka yang bebas Agustus ada 3 orang, dan 2 orang lainnya bebas pada hari raya Lebaran mendatang,” tuturnya.

Disinggung berapa banyak yang akan mendapatkan remisi, Budi menyebutka, dari 238 tahanan yang ada di Lapas Anak Laki-laki sedikitnya ada 150 tahanan yang diusulkan mendapatkan remisi Agustusan dan Lebaran.

“Usulan ini juga kami layangkan kepada Kemenkumham karena melihat rekam jejak dan kelakuan tahanan selama mendapatkan binaan,” singkatnya.(Iqmar)

 




Puluhan Anak Banten Jadi Korban Pemerkosaan & Kekerasan

Kabar6-Sebanyak 70 anak di Banten masih menjadi korban penganiayaan, pencabulan dan pemerkosaan pihak tak bertanggungjawab. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu sesuai dengan data laporan yang dimilik Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten tahun 2012.

“Dari 210 kaus kekerasan pada anak dan perempuan, 70 diantaranya merupakan tindak kekerasan pada anak. Dan terbesar adalah tindak pelecehan seksual dan pencabulan,” kata Yayah Ruhiyah, Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Banten, saat menggelar sosialiasi di Lapas Anak laki-laki, Jumat (3/8/2012).

Menurutnya, dari data diatas, terbanyak kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kota Serang. Penyebabnya, tingkat pengetahuan, urbanisasi, dan globalisasi yang tinggi di daerah tersebut.

“Saat ini kami sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi agar masyarakat sadar bahwa tindakan ini tidak dibenarkan, sehingga ada sanksi yang bisa dijatuhkan terhadap pelaku, baik itu pelaku KDRT maupun kekerasan terhadap anak,” tandasnya.

Terkait dengan sosialisasi penangkalan tindak kekerasan terhadap anak di Lapas Anak Laki-laki, Kota Tangerang, Ketua P2TP2A Provinsi Banten Ade Rossi Choirunnisa mengatakan, pihaknya ingin memberitahukan bahwa, anak-anak harus mendapatkan perlindungan, kenyamanan, dan mendapatkan hak-haknya dari orang lain.

“Selama ini banyak anak yang tidak bebas dan terkekang. Bahkan banyak yang kena imbas kekerasan dalam rumah tangga. Kami hanya ingin memberitahukan bahwa anak perlu mendapatkan haknya untuk bermain, belajar dan juga mendapatkan perlindungan. Bukan dikerasi,” bebernya.

Pentingnya menggelar sosialisasi kepada anak-anak di dalam Lapas, merupakan salah satu upaya dari P2TP2A Prvinsi Banten untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak binaan untuk mengetahui hal ini.

Terlebih, mereka yang mengalami kasus kekerasan atau melakukan kekerasan sampai masuk penjara.

“Kesempatan untuk tahu bahwa kekerasan kepada anak dilarang undang-undang juga perlu diketahui anak. Jangan sampai juga, mereka yang sedang dibina di dalam Lapas ini justru mengalami kekerasan. Kami ingin menyadarkan anak bahwa melakukan kekerasan, perbuatan cabul, dan penganiayaan itu dilarang,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Banten Imam Santoso mendukung upaya P2TP2A untuk melakukan sosialisasi semisal di semua Lapas yang ada di Banten.

Bahkan, bukan hanya lembaga dimaksud, semua lembaga baik LSM, Pemerintah, atau NGO bisa melakukan hal serupa di semua Lapas binaannya. “Hal ini baik untuk pelaku kekerasan di dalam Lapas agar sadar,” pungkasnya.(Iqmar)

 




Cegah DBD, Dinkes Beri Penyuluhan ke Masyarakat

Kabar6-Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi sejak awal bulan puasa di Kabupaten Tangerang, cukup mengkuatirkan sejumlah pihak.

Hingga saat ini, terhitung sudah belasan warga terjangkit penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.

Untuk mencegah merebaknya penyakit mematikan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, terus memberikan penyuluhan dan melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah epindemik penyakit DBD tersebut.

Tak hanya itu, petugas Dinkes setempat juga kerap melakukan fogging atau penyemprotan jentik nyamuk di wilayah itu.

“Kami sudah melakukan penyuluhan dan mengajarkan kader tentang bagaimana cara mendeteksi keberadaan jentik,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyuluhan Lingkungan (P2P-PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Yully Soenar Dewanti kepada wartawan, Jumat (3/8/2012).

Selain memberikan penyuluhan, pihaknya juga tengah mengadakan penilaian terhadap desa yang bebas jentik, serta mengajarkan anak-anak sekolah terkait pendeteksian dini terhadap jentik di sekolah masing-masing.

“Tapi, itu semua tak ada artinya ketika masyarakat tidak mau melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan melakukan pemantauan jentik rutin, minimal 1x seminggu dirumah masing-masing,” katanya.

Menurut Yully, dirinya tidak mungkin memeriksa jentik di rumah penduduk yang jumlahnya hampir 3 juta di daerah itu. Dia berharap, masyarakat mau lakukan ini dirumah masing-masing secara berkala, karena, fogging itu bukan obat untuk memusnahkan nyamuk.

“Jentik tidak mati dengan fogging. Tapi dengan menguras kamar mandi sekali semiggu dan membersihkan lingkungan. Fogging, sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa,” imbuhnya.

Diinformasikan, sejak awal bulan puasa tahun ini, sedikitnya sudah belasan warga yang terjangkit wabah DBD. 15 penderita DBD ini diantaranya berada di Perumahan Puri I, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa.(din)