1

Pemutilasi Janda Hamil di Cikupa Diancam Hukuman Mati

Agus, pelaku mutilasi saat diamankan petugas.(ist)

Kabar6-Sidang kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap janda hamil bernama Nur Atika (sebelumnya ditulis Nur Astiyah) di Desa Telaga Sari RT 12/01, Cikupa, Kabupaten Tangerang, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (13/9/2016).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dista Anggara menjerat terdakwa Kusmayadi alias Agus dengan pasal berlapis yaitu 340, 338, dan 181 KUHP, tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksmal mati.

Sedangkan temannya, Rifriandi Gusmandala alias Erik, dijerat pasal 340, 338 jo 56  KIHP, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup, karena dianggap mengetahui dan turut serta membuang potongan jasad korban.

“Terdakwa Agus membunuh dan memutilasi tubuh korban karena kesal atas cacian korban yang meminta pertanggungjawaban atas janin yang dikandungnya dari hasil hubungan gelap mereka,” ungkap Dista saat membacakan dakwaannya.

Mendapat cacian seperti itu, kata Dista, Agus yang sudah punya istri dan anak marah lalu mencekik leher korban.

Saat itu pula korban yang sedang hamil tujuh bulan  meronta untuk melakukan perlawanan dengan menggigit jari Agus, sehingga pitingan Agus terlepas.

Dalam kondisi tubuh korban lemas dan terkulai di lantai, Agus mencekik leher janda beranak dua itu hingga tidak bernapas lagi.

Beberapa saat kemudian, Rofik Adi Warsono, tetangga kontrakan pasangan gelap tersebut mengetuk pintu kamar karena mendengar suara keributan.**Baca juga: Pemutilasi Wanita Hamil di Tangerang Terancam Hukuman Mati.

“Agus memotong-motong  tubuh korban dan meminta batuan kepada  temannya, Erik untuk bersama-sama  membuangnya ke beberapa tempat di wilayah Tigaraksa,” paparnya.(alby)




Lindungi Perempuan dan Anak, Kabupaten Tangerang Butuh DP3A

Landmark Kabupaten Tangerang.(bbs)

Kabar6-Dalam susunan Raperda usulan dari Pemerintah Kabupaten Tanggerang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru di Kabupaten Tangerang, nantinya ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Juru Bicara Partai Golkar di DPRD Kabupaten Tangerang, Wahyu Nugraha mengatakan DP3A ini dibutuhkan di Kabupaten Tangerang lantaran meluasnya dekadensi moral di kalangan anak dan remaja.

Hal ini ditunjukan dengan maraknya pornografi, penyalahgunaan zat adiktif dan penyalahgunaan alat-alat reproduksi.

“Selain itu, masih adanya anak-anak di bawah umur yang bekerja sebagai pencari nafkah keluarga, sebagai akibat dari kemiskinan dan ketidakmampuan orangtua mengakses pendidikan untuk anak menyebabkan rendahnya kualitas sumber daya anak, remaja dan kaum muda,” ungkap Wahyu menjelaskan, Selasa (13/9/2016).**Baca juga: Tujuh Mobil Damkar Dikerahkan, Api di PT Starnesia Masih Berkobar.

Menurut Wahyu, meluasnya eksploitasi  dan pelecehan terhadap perempuan juga menjadi alasan mengapa DP3A ini dibutuhkan di Kabupaten Tangerang. **Baca juga: DRPD Kabupaten Tangerang Setujui Raperda OPD.

Peran dan fungsi perempuan yang belum dikembangkan secara optimal baik sebagai ibu, istri dan sebagai pendidik utama dalam keluarga menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan anak.**Baca juga: Penataan Pemukiman Kumuh di Tangerang Rampung Akhir 2016.

“Fraksi Partai Golkar berharap dengan adanya DP3A kiranya dapat meminimalisir persoalan tersebut yang ada di Kabupaten Tangerang,” katanya.(hms)




DRPD Kabupaten Tangerang Setujui Raperda OPD

Paripurna pembentukan Raperda OPD.(hms)

Kabar6-Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang mendukung usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang atas Raperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Tangerang, Selasa (13/9/2016).

Juru Bicara Partai Golkar di DPRD Kabupaten Tangerang, Wahyu Nugraha mengatakan dalam Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang nantinya ada beberapa dinas yang digabung dan beberapa bagian yang berubah menjadi dinas.**Baca juga: Penataan Pemukiman Kumuh di Tangerang Rampung Akhir 2016.

“Melihat dari draft Raperda yang diajukan oleh pemerintah daerah, penyempurnaan urusan Pemerintahan ini sudah sesuai dengan Pasal 40 ayat 4 PP Nomor 18 Tahun 2016,” ungkap Wahyu menjelaskan, Selasa (13/9/2016).**Baca juga: Tujuh Mobil Damkar Dikerahkan, Api di PT Starnesia Masih Berkobar.

Namun, Fraksi Partai Golkar mengingatkan agar penempatan Sumber Daya Manusia (SDM) di level-level pengambil kebijakan harus orang yang tepat. Sehingga manajemen birokrasi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat berjalan dengan baik.**Baca juga: PT Starnesia Garment di Jatiuwung Terbakar

“Mohon untuk menjadi perhatian. Perubahan OPD ini akan berdampak pada susunan personalia atau komposisi di masing-masing organisasi perangkat daerah yang baru. Fraksi Partai Golkar berharap perubahan ini tidak hanya sekadar pergantian nama susunan perangkat daerah, melainkan ada semangat baru dari jajaran birokrasi agar bekerja lebih baik lagi,” paparnya.(hms/zar)




Penataan Pemukiman Kumuh di Tangerang Rampung Akhir 2016

Ilustrasi pemukiman kumuh.(bbs)

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang saat ini tengah gencar melakukan penataan pemukiman kumuh dan miskin yang ada di sejumlah kecamatan diwilayahnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Herry Heriawan mengatakan, pihaknya menargetkan penataan pemukiman kumuh dan miskin tersebut selesai di akhir tahun 2016.

“Ditargetkan selesai di tahun 2016, untuk penataannya berada di kawasan pesisir pantai, pedesaan dan perkotaan. Pemukimannya sendiri meliputi kawasan Dadap, Cituis yang ada di Kecamatan Pakuhaji, Tanjung Anom di Kecamatan Mauk, dan Kronjo. Sudah ada beberapa kawasan yang kita tata yakni, Tanjung Anom di Kecamatan Mauk,” ungkap Herry menjelaskan, Selasa (13/9/2016).**Baca juga: Tujuh Mobil Damkar Dikerahkan, Api di PT Starnesia Masih Berkobar.

Dalam penataan pemukiman penduduk dan miskin ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang bakal mengubah kawasan yang tak layak huni menjadi layak huni. Dengan cara relokasi atau membangun ulang kawasan tersebut menjadi lebih layak.**Baca juga: PT Starnesia Garment di Jatiuwung Terbakar.

“Ya, semua ini bertujuan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat dengan membangun kawasan yang layak untuk ditempati. Anggaran pun ada dari APBD dan APBN. Bahkan dalam penataan ini, kita juga dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PeRa) seperti di Tanjung Anom, Mauk beberapa waktu lalu,” pungkasnya.(Shy)

**Baca juga: Belasan PSK dan Mucikari Warem Kali Perancis Dijaring Polisi.




Tujuh Mobil Damkar Dikerahkan, Api di PT Starnesia Masih Berkobar

Kebakaran di PT Starnesia Garment.(agm)

Kabar6-Sebanyak tujuh unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kota dan Kabupaten Tangerang, dikerahkan guna memadamkan kobaran api di PT Starnesia Garment, Selasa (13/9/2016).

Saat ini, personel Damkar masih berjibaku berupaya memadamkan api di perusahaan garment yang berdiri di Jalan Gatot Subroto, KM 4, Kecamatan Hatiuwung, Kota Tangerang, tersebut.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Dermawan ‎Karosekali yang dihubungi kabar6.com mengatakan, bila penyebab kebakaran saat ini masih diselidiki.

“Namun dugaan sementara akibat korsleting arus pendek listrik di salah satu gedung pada PT Starnesia,” ujarnya.

Ditanya perihal adanya korban dalam peristiwa itu, Kapolsek masih belum bisa memastikan. “Petugas Damkar masih bekerja. Kita juga masih belum bisa memastikan, apakah ada korban dalam peristiwa itu atau tidak,” ujarnya.

Kebakaran di PT Starnesia Garment.(agm)

Diketahui, informasi yang dihimpun kabar6.com dari salah seorang karyawati di perusahaan itu mengatakan, bila lidah api pertama kali muncul dari lobby office.**Baca juga: Belasan PSK dan Mucikari Warem Kali Perancis Dijaring Polisi.

“Diduga korsleting listrik. Kemudian api membesar dan menjalar hingga ke seluruh area pabrik,” ujar wanita berparas manis itu sembari mewanti-wanti kabar6.com agar tidak mempublis identitasnya.**Baca juga: PT Starnesia Garment di Jatiuwung Terbakar.

Dikatakannya, hingga kini sudah ada sejumlah mobil Pemadam Kebakaran dilokasi. Namun, kobaran api masih belum juga padam.(agm)

**Baca juga: Anastasiya Pemilik Bokong Terindah di Dunia?.




PT Starnesia Garment di Jatiuwung Terbakar

Kebakaran di PT Starnesia Garment.(agm)

Kabar6-Perusahaan garment PT Starnesia Garment di Jalan Gatot Subroto, KM 4, Kecamatan Hatiuwung, Kota Tangerang, terbakar, Selasa (13/9/2016).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, amuk si jago merah yang dengan cepat membara terlanjur menjalar ke seluruh area pabrik.

“Tadi kejadiannya jam 16.00 WIB. Api awalnya muncul dari lobby office. Diduga korsleting listrik. Kemudian api membesar dan menjalar hingga ke seluruh area pabrik,” ujar salah seorang karyawati PT Starnesia Garmet yang enggan disebutkan namanya.

Dikatakannya, hingga kini sudah ada sejumlah mobil Pemadam Kebakaran dilokasi. Namun, kobaran api masih belum juga padam.**Baca juga: Belasan PSK dan Mucikari Warem Kali Perancis Dijaring Polisi.

Sementara, Danie Loebis, warga yang melintas dilokasi juga membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, saat kobaran api membesar, juga diiringi beberapa kali suara ledakan.**Baca juga: WTA 2016, DTKBP Tangsel Gelar Konferensi Kota Tepi Air.

“Tapi saya tidak tahu itu ledakan apa. Yang pasti suara ledakan itu dari PT Starnesia Garment yang tengah terbakar,” ujarnya.(agm/tom migran)




WTA 2016, DTKBP Tangsel Gelar Konferensi Kota Tepi Air

Kegiatan World Technopolis Association (WTA).(yud)

Kabar6-Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangerang Selatan ambil bagian dalam kegiatan World Technopolis Association (WTA) di Kawasan Puspiptek, Kecamatan Setu, pada 20-23 September 2016 besok.

Jenis kegiatan yang akan diselenggarakan berupa “Konferensi Internasional Mewujudkan Kota Tepi Air (waterfront city)”.

Sekretaris DTKBP Kota Tangsel, Mukkodas Syuhada mengatakan, konferensi akan diselenggarakan pada Selasa, 20 September 2016. Lokasinya di Graha Widya Bakti, Puspiptek.

Program pada sesi pertama akan dilakukan pemaparan dari pembicara kunci mengulas tentang desain lalu lintas angkutan Sungai Cisadane.

“Dalam sesi ini diharapkan terjadinya dialog antara audiens yang terdiri dari masyarakat dengan stakeholder (pemangku kepentingan) dan pemerintah. Masyarakat menyampaikan keluhan dan keinginan, sedangkan pemerintah mendengar dan selanjutnya ditindaklanjuti menjadi kebijakan,” katanya lewat keterangan resmi yang diterima kabar6.com, Selasa (13/9/2016).

Mukkodas terangkan, pada sesi selanjutnya dilakukan pemaparan narasumber dari pemerintah pusat. Diantaranya dari, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

DTKBP Tangsel Gelar Konferensi Kota Tepi Air.(yud)

Pada sesi tersebut ia berharap tersedia informasi tentang hasil penelitian, inovasi dan teknologi untuk mewujudkan Kota Tepi Air di Tangerang Selatan. Kemudian pada sesi penutup dari rangkaian konferensi berisi masukan dan rekomendasi

“Untuk dibuatkan aksi nyata dan roadmap dalam mewujudkan Kota Tepi Air di Tangerang Selatan,” jelas Mukkodas.

Menurutnya, ada tiga poin rencana strategis jangka panjang. Yakni, berbagi informasi mengenai inovasi dan teknologi untuk mewujudkan kota tepi air, pemetaan potensi situ dan sungai di Kota Tangerang Selatan, dan rencana aksi dan roadmap untuk mewujudkan kota tepi air.

Mukkodas menegaskan, kegiatan konferensi kota tepi air ini diselenggarakan sebagai side event Tangerang Selatan Global Innovation Forum (TGIF) 2016.

“Dan anggaran kegiatan konferensi didukung penuh oleh Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman Kota Tangerang Selatan,” tegasnya.

Ia berkeinginan, menjadikan Kota Masa Depan Tangerang Selatan lima tahun ke depan adalah Kota Tepi Air (Waterfront City).

Berbasis komunitas yang akan menggerakkan perekonomian masyarakatnya dengan berbagai kreativitas serta nilai-nilai sosialnya. Sehingga visi dan misi Kota Tangerang Selatan dapat segera terwujud.

DTKBP Tangsel Gelar Konferensi Kota Tepi Air.(yud)

Mukkodas ceritakan, pada 14 Agustus kemarin pihaknya bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah dan sejumlah komunitas di Kota Tangerang Selatan melaksanakan kegiatan bertema “Ekspedisi Sungai Cisadane”. Sebut saja seperti komunitas OKP Ganespa, Kandang Jurang Doank,  Tangsel Club dan lain-lain.

Hasilnya terlihat, ada banyak potensi yang dapat dimanfaatkan di sekitar aliran sungai berbatasan serta menghubungi tiga wilayah kabupaten/kota di Tangerang tersebut. Titik lokasi star berawal dari wilayah Keranggan, Kecamatan Setu, dan finish di Kampung Aer, Kecamatan Serpong Utara.

Mendayung aliran Sungai Cisadane sejauh 14 kilometer, puluhan peserta menggunakan enam perahu karet lengkap dengan pelampung dan helm.

Mukkodas menyatakan, bukan hal mustahil bila kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini mengikuti Jerman ataupun negara-negara maju lainnya.

Di negara tersebut aliran sungai telah dimanfaatkan sebagai sarana transportasi antarwilayah. “Di Jerman, Belanda sudah ada jalan tol sungai (water way). Jadi masyarakat dialihkan dalam menggunakan transportasi tidak melulu naik mobil,” ujarnya.

Penerapan sarana transportasi massal perahu yang dioperasikan di aliran sungai dapat dijadikan pilihan. Jangka panjangnya mampu mengurangi kemacetan arus lalu lintas kendaraan pribadi yang semakin tahun jumlahnya terus bertambah.

Operasional tol sungai, terang Mukkodas, dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin beraktivitas. Baik dari Kota Tangerang Selatan menuju Kota Tangerang dan begitupun sebaliknya. Konsep penerapan moda transportasi tol sungai terbukti efektif di negara-negara maju dalam mengatasi kemacetan.

“Konsep pengembangan tata kota di sekitar aliran sungai dibuat sarana jogging track. Program ini tentunya harus bekerjasama dengan pihak swasta, pengembang kawasan,” terangnya.

Pembuatan jogging track, lanjut Mukkodas, bisa tidak mengandalkan dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Proses pembangunan‎ fisik bisa melibatkan pihak swasta lewat bantuan sosial dari hasil keuntungan yang diperuntukan bagi masyarakat sekitar atau Coorporate Social Responsibility (CSR).

“Saya yakin kalau pakai dana CSR akan lebih cepat‎. Jadi tidak melulu mengandalkan APBD. Kami melihat di belbagai negara transportasi air jadi andalan. Tangsel pun demikian, jika dibanding membangun jalan tol lebih baik memanfaatkan kali,” tukasnya.

Setidaknya ada 3 tempat pemberhentian atau semacam dermaga kecil, pertama dari ujung perbatasan Tangsel-Bogor tepatnya di Keranggan, Setu, lalu di jembatan Green Cove Serpong dan Rumah Sakit Ashobirin, Serpong.

“Nanti disediakan perahu kayu atau dikenal perahu jukung dengan kapasitas 12 orang atau lebih,” paparnya. ‎Menurutnya, dalam kegiatan Ekspedisi Sungai Cisadane itu turut bekerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Tangsel Club, Uten Sutendi mengungkapkan tujuan mengadakan ekspedisi cinta untuk menelusuri aliran Cisadane. Organisasi yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan ini memandang Cisadane memiliki potensi cukup besar bagi Kota Tangsel.

“Kami ingin mengajak dan melihat kepada masyarakat potensi Cisadane. Potensi itu di miliki Tangsel dan itu perlu diakui untuk dimanfaatkan,” tuturnya.

Ekspedisi diharapkan menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat Tangsel untuk cinta terhadap sungai, termasuk penghijauan di bantarannya. Tidak membuang sampah dan limbah yang mencemari aliran kali.

Dalam ekspedisi itu juga turut diikuti oleh pecinta lingkungan, Dik Doank. Menurut seniman yang tinggal di Kelurahan Sawah, Ciputat mengungkapkan  kesadaran ini yang harus disikapi dengan apresiasi tinggi, yaitu mengajak pada masyarakat saling menjaga lingkungan.

“Semoga saja usai melakukan ekspedisi mendapatkan hasil yang bisa renungkan. Kita telah melihat kanan dan kiri Cisadane begitu indah jika dikelola dengan baik,” katanya.

Makna kali adalah sumber penghidupan bagi manusia. Kali teraliri air yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, maupun habitat lain seperti ikan. Tapi kadang bisa membuat bencana jika tidak dirawat dengan baik.

“Masyarakat harus bersahabat dengan lingkungan sekitar, dengan kali dan alam semesta. Karena mereka sebetulnya memberikan banyak manfaat  pada masyarakat,” tuturnya.

Mukkodas menyatakan, kegiatan ekspedisi akan dijadikan kajian selanjutnya. Kegiatan ekspedisi tak hanya berhenti tidak ada kelanjutannya.

“Hasil penelusuran dengan waktu cukup lama di atas perahu karet akan jadi rujukan kami. Nanti akan dipresentasikan kepada Walikota Tangsel,” katanya disela kegiatan.

Catatan yang akan disampaikan, garis sepadan kali akan dibuat jogging track difungsikan bagi pejalan kaki atau pesepeda. Penataan taman supaya indah dan menarik. “Setelah nanti kami presentasikan, tahapan selanjutnya feasibility study kemudian melakukan detail engineering design,” tambah Mukkodas.(adv)




Perekaman e-KTP Diperpanjang Hingga Pertengahan 2017

Warga merekam e-KTP di kantor Disdukcapil Tangsel.(yud)

Kabar6-Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia akhirnya mengundur jadwal batas akhir perekaman elektronik-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Sebelumnya ditetapkan bahwa setiap warga mesti melakukan perekaman demi tidak kehilangan haknya ketika mengurus pelayanan publik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pen‎catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Toto Sudarto membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, batas akhir perekaman e-KTP diperpanjang hingga pertengan 2017 mendatang. “Informasi yang dapat dapat begitu. Saya lagi nunggu keterangan resminya,”‎ katanya saat dihubungi kabar6.com, Selasa (13/9/2016).

Toto jelaskan, pertimbangan pemerintah pusat mengundur karena masih banyak penduduk yang belum melakukan‎ perekaman e-KTP.

Bila batas akhir September diberlakukan khawatir akan banyak penduduk kesulitan mengurus dokumen kependudukan.

Sehingga, lanjutnya, batas akhir sampai pertengahan 2017 dapat memberikan kesempatan bagi warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Toto bilang, meski begitu di wilayah Kota Tangsel antusiasme warga untuk melakukan perekaman terus membludak.

“Perekaman bisa ke kantor-kantor kecamatan sesuai domisili ataupun ke kantor kami di Cilenggang (Kecamatan Serpong),” bilangnya.**Baca juga: DPRD Tangerang Dukung Bayar Tilang Sistem Online.

Toto menambahkan, hingga kini ketersediaan blangko e-KTP relatif aman. Jika kedepannya habis pihaknya akan kembali meminta blangko ke Direktorat Jenderal Kependudukan di Jakarta.**Baca juga: Belasan PSK dan Mucikari Warem Kali Perancis Dijaring Polisi.

“Mudah-mudahan stok blangko yang kami punya bisa mengakomodir kebutuhan semua warga Tangsel,” tambahnya.(yud)




AJ Bawa Senpi Untuk Rampok Pengusaha di Pondok Indah

Rekonstruksi kasus perampokan.(shy)

Kabar6-Sejumlah fakta terungkap dalam rekontruksi kasus perampokan dan penyenderaan terhadap Senior Vice President ExxonMobil, Asep Sulaiman di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sedianya, rekonstruksi berlangsung di halaman parkiran dan Kantin Rumah Sakit Qadr Villa Ilhami, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/9/2016).

Dalam rekonstruksi terungkap bahwa tersangka AJ membawa dua pucuk senjata api (senpi) untuk merampok di rumah korban.

“Diperoleh fakta baru bahwa ada satu lagi senpi yang digunakan John (AJ) yang kemudian diserahkan ke tersangka SA,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniwan.**Baca juga: Belasan PSK dan Mucikari Warem Kali Perancis Dijaring Polisi.

Seperti yang diketahui, Unit Jatanras Polda Metro Jaya menggelar reka ulang perampokan di perumahan mewah milik Asep di Pondok Indah Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2016).**Baca juga: DPRD Tangerang Dukung Bayar Tilang Sistem Online.

Reka ulang yang menghadirkan kelima tersangka AJ, S, RHN, SAS, dan S alias C berawal saat para tersangka merencanakan dan memulai perampokan.**Baca juga: Polisi Reka Ulang Kasus Perampokan di Kelapa Dua.

Kelima tersangka tiba di parkiran Rumah Sakit Qadr Villa Ilhami, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, untuk memulai reka awal. Dari reka ulang awal, terlihat AJ yang mengatur semua rencana perampokan tersebut.(shy)




DPRD Tangerang Dukung Bayar Tilang Sistem Online

Ketua DPRD Kab. Tangerang, Mad. Romli.(din)

Kabar6-Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, menerapkan sistem pembayaran tilang dengan cara online, kiranya mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Tak hanya kalangan masyarakat, DPRD Kabupaten Tangerang, juga menyatakan sangat setuju dengan terobosan baru yang dibuat lembaga Adhiyaksa di Kota Seribu Industri tersebut.

Mereka, menilai program berbasis internet itu akan cukup banyak manfaatnya, karena memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses informasi tentang hak- haknya.

“Kami, sangat setuju dan mendukung sistem pembayaran tilang online yang dibuat Kejari Kabupaten Tangerang ini,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Mad Romli, kepada kabar6.com, Jum’at (9/9/2016).

Sistem pembayaran tilang online ini, kata dia, selain memaksimalkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), juga dapat menekan aksi percaloan yang merugikan masyarakat itu sendiri.

“Bagus itu, supaya efektif dan efisien dan calo- calo enggak ada lagi,” katanya.

Terpisah, Koordinator LSM Komite Independen Penyelamat Anak Bangsa (Kipang) mengatakan, penerapan sistem pembayaran tilang online tersebut, dianggap banyak memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara.

Pasalnya, pelanggar aturan lalu lintas tak perlu repot lagi ikut sidang dan membuang waktu untuk mengurus masalah tersebut.**Baca juga: Kejari Kabupaten Tangerang Segera Terapkan Pembayaran Tilang Online.

“Sekarang eranya sudah digital, maka harus disesuaikan dengan kondisi kekinian. Kami, sangat mengapresiasi langkah maju Kejari Kabupaten Tangerang ini,” ujarnya.(Tim K6)