1

Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Tangerang

Ilustrasi (bbs)

Kabar6-Seorang pelaku Pencurian Kendaraan BErmotor (Curanmor) terkapar setelah kaki kanannya diterjang timah panas petugas dari Kepolisian Sektor Kota Tangerang.

Tersangka yang diketahui berinisial Fm (22) itu, kedapatan saat beraksi membawa kabur sepeda motor yang sedang di parkir di Jalan Veteran, Babakan, Tangerang.

“Kejadiannya, Senin (7/8/2017) malam kemarin. Pelaku membawa kabur sepeda motor yang diparkir dengan posisi kunci kontak menempel di sepeda motor,” ujar Kapolsek Benteng, Kompol Ewo Samono.**Baca juga: Dibuang di Kandang Kambing, 1.906 Kartu JKN-KIS Diamankan Polisi.

Sementara, petugas yang mendapat laporan atas kejadian itu langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap Jalan M Yamin Tangerang.**Baca juga: Antisipasi Narkoba, 509 Km Pantai Banten Dijaga Ketat.

“Namun, karena pelaku melawan dan berupaya melarikan diri, akhirnya diambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku di bagian kaki kanan,” ujar Kapolsek lagi.**Baca juga: Komplotan Pemecah Kaca Mobil Terekam CCTV di Pondok Aren

Dari hasil pemeriksaan, pelaku juga mengaku bila sebulan lalu juga telah melakukan aksi serupa. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor.(BL/tmn)




Komplotan Pemecah Kaca Mobil Terekam CCTV di Pondok Aren

Ilustrasi. (Ist)

Kabar6-Komplotan pemecah kaca kembali beraksi di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini, aksi komplotan ini terekam Camera Circuit of Television (CCTV).

Komplotan pemecah kaca ini mengincar mobil korban yang salat Zuhur di sebuah masjid di Kawasan Graha Bunga, Pondok Aren.

Korban pecah kaca mobil, Wahyu mengatakan dirinya saat itu sedang salat Zuhur di dalam masjid. Saat itu dirinya mendengar alarm mobilnya menyala.**Baca Juga: Warga Marga Jaya Dilatih Olah Abon Lele dan Nugget

“Saat dicek, ternyata kaca mobil saya sudah pecah. Bagian samping depan yang dipecahkan pelaku,” ungkap Wahyu menjelaskan, Selasa (8/8/2017).**Baca Juga: Pembangunan Center of Quranic Civilization Butuh Dukungan Pemkot Tangsel

Dirinya mengaku setelah kaca mobil pecah, Wahyu kehilangan uang sebesar Rp7.600.000 serat dokumen yang disimpan di dalam mobil.

“Saya sempat curiga adayang mengikuti saya setelah saya melakukan pertukaran uang di bank,” katanya.

Atas kejadian tersebut Wahyu pun langsung melapor ke Mapolsek Pondok Aren.(rani)




Warga Marga Jaya Dilatih Olah Abon Lele dan Nugget

Pelatihan olah abon lele. (az)

Kabar6-Warga Marga Jaya, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara diberi pelatihan pembuatan abon dan nugget lele berbahan dasar ikan lele.

Kegiatan yang digelar di Posyandu RW 04 Marga Jaya ini diikuti puluhan ibu rumah tangga dan akan digelar selama dua hari. Peserta pelatihan terlihat antusias saat mentor makanan olahan dari Rosa Farm memberikan pelatihan pengolahan makanan abon dan nugget dari lele ini.**Baca Juga: Kampanye Perlindungan Anak Bakal Digaungkan di Tangsel 

Pelatihan pengolahan nugget dan abon lele ini merupakan coorporate social responsibility (CSR) bidang pemberdayaan masyarakat dari PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tangerang Mill Tbk.

General Manager Affair PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill Tbk Kholisul mengatakan, selain pemberian pelatihan, pihaknya juga memberikan bantuan alat berupa sinner dan kompor. Alat ini untuk menunjang peserta saat pelatihan berlangsung.

“Sebelumnya, kita sudah gandeng warga untuk membudidayakan ternak lele. Setelah berhasil, kita beri pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar lele untuk ibu-ibu,” katanya di sela pelatihan pada Senin, (7/8/2017).

Diharapkan dari hasil pelatihan makanan olahan ini dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. “Hasilnya bisa dijual. Apalagi bahan baku lele mudah didapat di sini (Marga Jaya-red),” ujar Kholisul.(az)




Kampanye Perlindungan Anak Bakal Digaungkan di Tangsel

Ilustrasi. (Ist)

Kabar6-Menyikapi tingginya kasus kekerasan terhadap anak, tiga instansi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan kampanye perlindungan anak.

Kampanye ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3KAB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel. Mereka akan dibantu Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).**Baca Juga: 2017, Ada 18 Kasus kekerasan Anak di Kabupaten Tangerang

“Sosialisasi ini akan di SD (Sekolah Dasar) se-Tangsel. Dilakukan dalam upacara bendera setiap hari Senin serentak di beberapa sekolah selama beberapa minggu sampai selesai,” kata Ketua P2TP2A Kota Tangsel, Herlina Mustikasari.

Ia mengaku, kekerasan terhadap anak menjadi fenomena gunung es. Maka itu, upaya sosialisasi harus terus digencarkan untuk melindungi anak.

“Wajib dilakukan dan perlu bukan hanya di Tangsel, tapi di setiap daerah,” Herlina menambahkan.

Lantas, apa saja imbauan yang disampaikan dalam Roadshow itu? Antara lain bagian-bagian sensitif pada tubuh yang hanya boleh dipegang diri sendiri dan ibu, yakni mulut, dada, perut, sekitar kemaluan dan pantat.

“Ini disampaikan langsung ke anak-anak,” kata Herlina.(az)




Pembangunan Center of Quranic Civilization Butuh Dukungan Pemkot Tangsel

Center of Quranic Civilization. (az)

Kabar6-Pembangunan Pusat Peradaban Alquran (Center of Quran Civilization) di Kampung Belajar, Lembah Pinus Sasmita Jaya, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat apresiasi besar dari berbagai kalangan. Peletakan batu pertama pembangunan yang diprakarsasi DKM Masjid Babussalam dan warga Perumahan Lembah Pinus itu mendapat acungan jempol karena merupakan gagasan yang genuin dan partisipatif.

Salah seorang Dosen UIN Syarif Hidayatullah Siti Napsiyah Ariefuzzaman mengaatakan gagasan membuat kampung belajar saja sudah menunjukan cita-cita ideal sebagai perwujudan long life education. Kini rencananya bahkan melangkah lebih jauh dengan pembobotan nilai agama melalui pembangunan pusat peradaban alquran tersebut.**Baca Juga: 54 Dokter Hewan Pantau Ternak Kurban di Tangsel

“Saya berharap pemerintah setempat dapat membantu. Beruntunglah pemerintah mempunyai warga yang kreatif dan inovatif dalam kebaikan. Pemerintah harus mendukung dan membantu terwujudnya fasilitas Center Of Quranic Civilization itu,” ungkap Siti.

Ketua DKM Masjid Babussalam Romlan Syukur mengatakan pembangunan Center of Quranic Civilization ini direncanakan akan tuntas maksimal dalam tiga tahun. Bangunan masjid dua lantai dengan lantai dasar sebagai sarana pendidikan, pengajaran dan aktivitas sosial kemasyarakatan itu membutuhkan dana sekitar Rp3 miliar.

“Kami urunan, tentu berbahagia apabika ada hamba Allah yang membantu, demikian juga pemerintah. Kami berharap pembangunannya bisa lancar, syukur jika bisa lebih cepat karena pemanfaatan yang mendesak. Kami punya kelas-kelas kajian dan pengajian rutin tematik. Ada juga bimbingan khusus anak usia dini, bimbingan remaja, pengajian kaum ibu, kursus-kursus kecakapan hidup dan sebagainya,” ujarnya.

Saat media ini melakukan peninjauan ke lapangan, tampak pemancangan tiang-tiang sudah dilakukan. Pondasi bangunan sudah mulai dicor dan disambungkan satu sama lain. Menurut informasi yang dihimpun, pembangunan awal pondasi dan tiang-tiang itu telah menghabiskan dana Rp500 juta dan merupakan hasil urunan warga. Tampak dari lapangan urgensi bantuan para pihak dan pemerintah untuk dapat menuntaskan pembangunannya.(az)




Dipanggil Inspektorat, Begini Kata Kabag ULP Tangsel

Kabar6.com
Kabag ULP Kota Tangsel Deden Deni. (BL)

Kabar6-Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Deden Deni mengaku tidak mengetahui adanya pemanggilan dari Inspektorat setempat. Inspektorat memanggil terkait kisruh proyek gedung SDN 02 Jombang, Kecamatan Ciputat.

“Wah saya malah belum tahu ada pemanggilan,” katanya saat ditemui kabar6.com di lantai 3 Gedung SKPD 1, Jalan Raya Maruga Nomor 1, Serua, Kecamatan Ciputat, Selasa (8/8/2017).**Baca Juga: Domisili Pemenang Lelang Proyek Rp11 M di Tangsel Diduga Fiktif

‎Menurutnya, pihak ULP sudah biasa mondar-mandir ke Inspektorat. Hal itu berkaitan dengan pendampingan lelang pengadaan barang dan jasa sejak pengumuman lelang hingga teknis pelaksanaan pekerjaan selesai.

“Besok kemari lagi deh. Saya tanyakan dulu ke pokja (kelompok kerja), mungkin mereka yang dipanggil,” klaim Deden.**Baca Juga: Dugaan Domisili Fiktif, ULP Kota Tangsel Akui Ada Perbedaan Alamat

Diketahui, ULP Sekretariat Daerah Kota Tangsel berada di bawah pengawasan jajaran Suratiningsih selaku Inspektur Pembantu Wilayah III‎. Meski demikian sejumlah pejabat Inspektorat bungkam saat ditanyai materi pemanggilan.**Baca Juga: Dugaan Domisili Fiktif, DBPR Tangsel Bakal Surati ULP

“Jangan ke saya. Ke Ibu Ningsih saja, lagi ada di IBIS orangnya,” kilah Sekretaris Inspektorat,‎ Achmad Zubair.

Sebelumnya, Inspektorat Kota Tangsel melayangkan surat resmi pemanggilan terhadap pejabat Bagian Unit Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Tangsel.

Pemanggilan dilakukan menyusul adanya‎ dugaan temuan alamat fiktif PT Jasa Konstruksi Internusa selaku pemenang lelang proyek Tambahan Ruang Kelas (TRK) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Jombang.**Baca Juga: Pemkot Tangsel Disinyalir Tak Pernah Survei Alamat Pemenang Lelang

“Sudah dipanggil sama Irban (Inspektur Pembantu),” kata Sekretaris Inspektorat Kota Tangsel, Achmad Zubair saat dihubungi kabar6.com lewat sambungan selular, Senin‎ (7/8/2017).(yud)




Zaki Lulus S2 di IPDN Jatinangor

Zaki wisuda S2 di IPDN Jatinangor. (hms)

Kabar6-Usia tidak menghalangi Bupati Tangerang  A Zaki Iskandar untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Setelah lulus dari Victoria University Australia tahun 1998, kini  Zaki berhasil menyelesaikan jenjang Strata-2 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), angkatan 24 tahun 2017 di Jatinangor Sumedang.

Bupati Tangerang A  Zaki Iskandar diwisuda bersama ribuan mahasiswa yang menimba ilmu pemerintahan di IPDN, Senin, (7/8/2017) di Jatinangor.

Di tengah kesibukannya sejak memimpin perusahaan, partai politik, hingga menduduki jabatan Kepala Daerah Bupati Tangerang yang diemban saat ini tekad menimba ilmu tidak pernah padam dalam diri A  Zaki Iskandar.**Baca Juga: Waspada, Jalan Titian di Pondok Aren Rawan Kecelakaan

“Belajar tak lekang oleh waktu. Ilmu dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dari kebodohan,” ucap Zaki.

Bupati Zaki hidup dalam lingkungan keluarga yang mengutamakan pendidikan. Ayahandanya, Bapaknya H Ismet Iskandar (mantan Bupati Tangerang) tak lelah mengingatkan Zaki untuk terus belajar dalam keadaan apapun, demi memperoleh pengetahuan yang lebih. Tak masalah walaupun harus tinggal di negara lain.

Di sela-sela acara wisudanya, A Zaki iskandar menuturkan, bahasa, pengetahuan, hingga kecerdasan mental dan spiritual harus terus diasah dan ditingkatkan di era globalisasi saat ini. Tanpa itu semua maka aktifitas sosial kemasyarakatan kurang maksimal. Setinggi apa pun pendidikan kita, di era keterbukaan informasi publik saat ini setiap individu harus selalu menjaga etika sosial dan tata krama.

“Jaman sekarang keterbukaan informasi. Apabila kita mengabaikan pendidikan atau  ilmu pengetahuan maka sulit untuk dapat mengimbangi perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat maupun kemajuan dunia. Itulah sebabnya  kita perlu untuk belajar dan terus belajar,” ucap pria  yang pernah dinobatkan sebagai Bupati Inspiratif 2017.

Bupati yang memimpin penduduk 3,4 juta jiwa ini, menyebutkan salahsatu manfaat pendidikan bagi seorang pemimpin adalah agar seorang pemimpin memiliki pengetahuan yang arif dan mendalam dalam menata, membangun, dan membina masyarakatnya ke arah lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPDN Ermaya Suradinata berpesan kepada ribuan Alumni IPDN yang baru saja diwisuda agar terus mengimplementasikan ilmunya di masyarakat, setelah menimba ilmu saatnya berikan sesuatu untuk masyarakat.

“Kalian belajar di sini agar menjadi orang yang berguna dimasyarakat, gunakan segala pikiran dan tenaga untuk masyarakat,” ucap Rektor IPDN itu di Jatinangor. (By/Skj/Diskominfo)




Waspada, Jalan Titian di Pondok Aren Rawan Kecelakaan

Ilustrasi. (ist)

Kabar6-Masyarakat sekitar pengendara mengeluhkan kondisi ruas Jalan Titian, Parigi,‎ Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Di sekitar lokasi jalan itu seringkali terjadi insiden kecelakaan arus lalulintas kendaraan bermotor.

Ketua RW 05, Kelurahan Parigi Abdul Khoir mengatakan pihaknya sudah pernah memberikan laporan. Warga sekitar tiga bulan lalu mengusulkan kepada Dinas Perhubungan Kota Tangsel agar untuk memasang rambu lalulintas seperti zebra cross dan speed bump (polisi tidur, red).**Baca Juga: IPB: Daging Kurban Jangan Dikemas Pakai Kantong Plastik

“Sangat rawan. Sehari bisa tiga kali kecelakaan di lokasi karena orang kencang merasa lebar jalanan dan tidak ada rambu-rambu,” katanya,

Saat siang hari banyak warga yang hilir mudik keluar menyeberang keluar dari Jalan Bakti Kampung Perigi. Termasuk masyarakat yang antar jemput sekolah Tunas Indonesia.**Baca Juga: Ini Program Simanja DPU Tangsel Versi Terbaru

Pengendara kerap tancap gas setelah melewati traffic light perempatan zodiak yang jaraknya hanya sekitar 200 meter.

“Sedang kenceng-kencengnya motor setelah traffic light. Jadi mau ngerem kadang tanggung. Sementara warga Parigi mapun warga Permata Bintaro yang lain di sepanjang lokasi tidak dikuasai oleh pengendara. Di sinilah penyebab kecelakaan,” jelasnya.(yud)




IPB: Daging Kurban Jangan Dikemas Pakai Kantong Plastik

MUI Kota Tangsel cek kualitas hewan kurban. (yud)

Kabar6-Institut Pertanian Bogor (IPB) mengeluarkan imbauan kepada seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). ‎Panitia pemotongan hewan ternak kurban diimbau tidak menggunakan kantong plastik untuk membungkus daging.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Supratikno, mengatakan ‎plastik yang digunakan harus tahan panas dan minyak. Sebab plastik yang banyak beredar di pasaran mengandung residu yang beresiko membuat daging ternak kurban tercemar.**Baca Juga: 54 Dokter Hewan Pantau Ternak Kurban di Tangsel

“Kalau orang awam tahunya plastik yang tahan panas, tahan minyak. Biasanya untuk pembungkus soto,” katanya kepada wartawan ditemui di Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, kantong plastik kresek boleh‎ dipergunakan sebagai pelapis kedua membungkus daging kurban. Kantong plastik kresek berbahaya karena mengandung residu kimia.

“Sehingga mustahik yang menerima dagingnya mendapatkan daging yang berkualitas,”‎ jelas Supratikno.**Baca Juga: Pemkot Tangsel Disinyalir Tak Pernah Survei Alamat Pemenang Lelang

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: KH.00.02.1.55.2890 tertanggal 14 Juli 2017 tentang Kantong Plastik “Kresek”. Surat peringatan publik menyebutkan, bahwa kantong plastik Kresek terutama berwarna hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk pembungkus makanan.

Dalam proses daur ulang tidak diketahui riwayat sebelumnya. Apakah dipergunakan bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah berat dan lain-lain.‎ Proses pembuatan plastik kresek menggunakan senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan.**Baca Juga: Proyek SDN 2 Jombang, Inspektorat Tangsel Panggil Pejabat ULP

“Jangan mewadahi bahan makanan dengan kantong plastik kresek,” terang Kepala BPOM RI, Husniah Robiana Thamrin Akib.(yud)




Menhub Minta Pengelola Bandara Beri ‘Landing Vie’ Gratis

Menhub Budi Karya Sumadi. (BL/tmn)

Kabar6-Pengelola Bandar Udara (Bandara) yakni PT Angkasa Pura I dan II disarankan untuk memberikn landing vie gratis. Hal tersebut dilakukan untuk menarik minat wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya menyarankan agar pengelola Bandara, PT Angkasa Pura (AP) I dan II, memberikan landing vie gratis untuk beberapa saat. Budi juga menyarankan agar PT AP I dan II untuk menggratiskan Passenger Service Charge (PSC) untuk sementara waktu.

“Saya sarankan kepada AP I dan II untuk memberikan landing vie gratis untuk beberapa saat, juga untuk PSC,” ujar Menhub di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (7/8/2017).**Baca Juga: Kecewa, Nelayan Labuan Geruduk PLTU 2 Banten

Saat ini, kata Menhub, sedang difokuskan untuk menyelenggarakan penerbangan langsung ke Cina dan India serta kota-kota kedua di dua negara tersebut. Itu mengingat jumlah penduduknya yang cukup tinggi dan potensi melakukan perjalanan wisata yang sangat baik.

Dalam kesempatan itu, Menhub juga mengapresiasi Air Asia Indonesia yang meluncurkan penerbangan langsung tanpa transit dari dan ke Makau.(BL/tmn)