oleh

Cakades di Lebak Protes Edaran Panitia Kabupaten soal Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Kabar6-Calon kepala desa (Cakades) di Kabupaten Lebak memprotes surat edaran panitia Pilkades tingkat kabupaten mengenai larangan pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Dalam edarannya, panitia tingkat kabupaten melarang cakades memasang APK di luar jadwal yang ditentukan. Cakades hanya boleh memasang APK pada tanggal 17-19 Oktober 2021 atau beberapa hari mendekati hari pemungutan suara yakni 24 Oktober 2021.

“Surat keberatannya sudah kami sampaikan kepada panitia tingkat kecamatan. Ini karena kami menilai waktu sosialisasi melalui alat peraga yang sangat-sangat pendek hanya 3 hari,” kata Cakades Leuwidamar, Sahidin kepada Kabar6.com, Kamis (2/9/2021).

Sahidin menilai, di tengah kondisi pandemi yang tidak dimungkinkan mengundang kerumunan masyarakat, APK menjadi media kampanye yang paling efektif bisa dilakukan para calon. Terutama bagi calon baru alias bukan incumbent.

“Satu-satunya kampanye mengenalkan diri, menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat di tengah kondisi seperti sekarang itu ya lewat alat peraga. Ditambah lagi biaya APK itu kan cukup besar, masa diberi waktu hanya 3 hari,” ujar Sahidin.

Cakades berharap, surat keberatan secepatnya direspon oleh panitia di tingkat kabupaten. Saat ini, para calon hanya memasang APK di rumah mereka masing-masing dan timses.

“Tapi kalau sampai besok tidak ada tindak lanjut dari panitia, kami sepakat akan tetap memasang APK di ruang publik,” tegas dia.

Protes yang sama disampaikan Cakades Bungurmekar, Endang Setiawan. Waktu 3 hari terlalu sempit bagi cakades mempublikasikan visi misi dan program melalui APK.

“Mepet banget waktu segitu. Ini kan kondisi lagi pandemi, kita sebisa mungkin menjaga agar tidak berkerumun, makanya APK itu jadi salah satu media yang efektif buat menyampaikan program dan visi misi kami ke masyarakat,” papar Endang.

**Baca juga: Baru 20 Persen Sampah di Lebak Tertangani

Dia berharap, panitia bisa kembali mempertimbangkan tentang pemasangan APK tersebut.

“Bisa lebih diperpanjang lah waktunya, kalau tatap muka dengan kondisi pandemi kita kan juga harus dibatasi, maka waktu untuk APK seharusnya bisa lebih lama,” harapnya.(Nda)

Berita Terbaru