oleh

Buruh & Pengusaha sama-sama Ingin Hubungan Harmonis

Kabar6-Puluhan serikat buruh dan kalangan pengusahan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Banten berharap singkronisasi dan harmonisasi dalam memecahkan segala permasalahan yang membelit keduanya.

Demikian tertuang oleh masing-masing perwakilan dari buruh dan pengusaha dalam Halal Bihalal Buruh dan Apindo se-Provinsi Banten di Pondok Selera 2, Kecamatan Jatiuwung, Senin (10/9).

“Kami berharap dengan halal bihalal ini sinergisitas antara buruh dan pengusaha bisa terjalin baik. Keharmonisan juga bisa tercipta,” kata Dedi Junaedi, Ketua Apindo Provinsi Banten.

Sesuai tema, Apindo juga berharap, terciptanya harmonisasi ini, nantinya iklim usaha di Provinsi Banten ini bisa lebih baik dan kondusif. Bukan hanya itu, Serikat Pekerja, Serikat Buruh dan Apindo berkumpul juga untuk menyamakan visi menciptakan, Provinsi Banten yang aman, nyaman, dan harmonis.

“Pertemuan ini tentunya juga untuk menjamin iklim usaha dan hubungan industrial yang kondusif dan dinamis,” tandasnya.

Ketua Panitia Muhammad Ghozali yang juga Ketua DPC SPTSK mengatakan, Halal Bihalal antara serikat buruh se-Provinsi Banten dengan Apindo juga diharapkan bisa menjembatani permasalahan yang selama ini membelit pengusaha dan buruhnya.

“Misalnya soal pemutusan hubungan kerja (PHK), kerap kali hal ini merugikan buruh. Kedepan, dengan pertemuan ini perusahaan yang mem-PHK pekerja tidak ada lagi yang semena-mena. Keduanya kompak antara pengusaha dan buruh untuk memberikan haknya seuai dengan turan yang ada,” jelasnya.

Bagi Ghozali, kegiatan yang baru terjadi setelah 30 tahun dirinya menjadi Ketua Serikat Buruh di Tangerang ini memang janggal. Namun, demi perbaikan dan kenyamanan dunia kerja di Provinsi Banten, pihaknya mau bersama-sama melakukan upaya pertemuan, seperti Halal Bihala ini.

“Kedepan juga kami harap, menyelesaikan sengeta bisa dilakukan bersama, UMK tidak ribut lagi, demo tidak ada lagi, tutup tol tidak ada manfaatnya. Kita ingin menjalin komitmen ini,” singkatnya.

Satu dari ribuan perwakilan buruh yang hadiri Trisnur Priyanto mengatakan, ia menyambut baik keinginan buruh dan pengusaha yang ingin menjalin komitmen soal perburuhan di Provinsi Banten. Bahkan, jika perlu, bukan hanya soal sengketanya saja, soal bagimana mensejahterakan buruh juga dibicarakan bersama.

“Pertemuan ini baik untuk semua. Asalkan komitmennya benar-benar dijaga,” imbuh perwakilan dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Tangerang Raya ini. (iqmar)

 

Berita Terbaru