oleh

Bulan Imunisasi Anak Nasional di Lebak Ditarget Agustus

Kabar6-Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 di Kabupaten Lebak ditarget bisa dilaksanakan pada bulan Agustus. Imunisasi ini diberikan untuk anak dari usia 12-59 bulan.

Kasi Imunisasi, Surveilans dan Krisis Dinkes Lebak, Tb Mulyawan, mengatakan, kegiatan BIAN akan dilakukan dengan pemberian Vaksin MR (Measles dan Rubella) untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

“Ada dua kegiatan yang akan dilakukan, untuk BIAN vaksin yang diberikan adalah MR. Lalu kegiatan KEJAR untuk menutup imunisasi yang belum dilakukan oleh anak tersebut yakni polio oral, suntik dan DPT-HB,” kata Mulyawan kepada Kabar6.com, Kamis (23/6/2022).

Saat ini tengah dilakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi, pengajuan kelompok kerja (Pokja) termasuk pelatihan teknis bagi calon tenaga vaksinator.

“Kami latih dulu satu orang tiap puskesmas biar nanti mereka berbagi ilmu kepada yang lain, nanti silahkan puskemas berapa yang akan diterjunkan untuk vaksinatornya,” ujar Mulyawan.

Jumlah anak yang menjadi sasaran imunisasi, kata Mulyawan, belum bisa dipastikan karena masih harus menyusun micro planning. Nanti diajukan oleh masing-masing puskemas setelah melihat status vaksinasi.

“Vaksin MR ini sangat penting karena khawatir campak dan rubella dialami anak, maka kita cegah dengan BIAN dan KEJAR juga untuk beberapa vaksin yang tertinggal. Kemarin ini kan kita fokus terhadap vaksin COVID,” tutur Mulyawan.

**Baca juga:Stasiun Rangkasbitung Diperluas, Bisa Layani 83.000 Penumpang per Hari

Vaksin MR merupakan vaksin yang mesti diberikan dengan tidak melihat status vaksin sebelumnya.

“Kita tidak melihat status vaksin sebelumnya, MR akan tetap diberikan asalkan dalam satu bulan terakhir belum diberi vaksin campak. Memang ada kemungkinan besar orangtua lupa vaksin apa yang diberi sebelumnya, maka untuk KEJAR kita memastikan dulu, tetapi MR tetap diberikan,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, anak bisa dimungkinkan akan menerima dua bahkan tiga jenis imunisasi.

“Iya bisa menerima dua atau lebih. Karena begini, untuk vaksin MR kan sudah pasti wajib, tapi ternyata anak ini belum disuntik polio jadi dua kan. Setelah dua itu diberikan ternyata DPT-nya juga belum, maka menjadi 3 imunisasi yang diberikan,” terang Mulyawan.(Nda)