oleh

BPTI Tangsel Gagas Revolusi Sistem Birokrasi

Kepala BPTI Setda Kota Tangsel, Aplahunnajat.(yud)Kabar6-Bagian Pengelola Teknologi Informasi (BPTI) Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan (Setda Tangsel) tekah membuat terobosan anyar dalam proses perencanaan akutansi dan pelaporan keuangan daerah.

Mulai kini dan seterusnya, model aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran dan Laporan (SIMRAL) diterapkan dalam upaya merevolusi sistem birokrasi pemerintahan kota termuda Tanah Jawara tersebut.

Kepala BPTI Aplahunnajat, mengakui bila dirinya mengadopsi Kota Pekalongan dan Surabaya yang terlebih dulu menggunakan aplikasi SIMRAL.

Sistem ini dapat menjamin transparansi dan akuntabilitas bagi aparatur Pamong Praja di 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menggunakan kas daerah.

“Bahkan cuma dalam penggunaannya saja, tapi juga pada setiap dana perolehan daerah. Jadi jumlah setiap nilai PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor pajak akan mudah dipantau,” terangnya kepadakabar6.com lewat sambungan BlackBerry, Sabtu (14/12/2014).

Ia mencontohkan, seperti dalam kegiatan penyusunan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) yang digelar di kawasan Karawaci, Kabupaten Tangerang.

Selama sepekan lebih para Pejabat Pejabat Teknis Kegiatan (PPTK) di masing-masing SKPD yang ikut asistensi selama mengisi draft wajib memakai aplikasi SIMRAL.

Aplah jelaskan, sebelum digulirkan tentu pihaknya telah memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait metode serta alur proses tahapannya.

Pejabat atau SKPD sulit bohong dalam menyusun, menggunakan kas daerah hingga nominal angka penerimaan retribusi pajak daerah.

Sebab, lanjutnya, dalam penggunalan aplikasi SIMRAL ini pihaknya turut menggandeng Badan Pengkajian dan Pengerapan Teknologi (BPPT). Melalui kerjasama dengan lembaga non pemerintahan yang berada dibawah koordinasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi, aplikasiini saling terintegrasi serta sangat mudah dimonitor.

Aplah contohkan, jika sebelumnya pejabat suka berbohong dengan mengaku merampungkan penyusunan anggaran program kegiatan kerja. Tapi kini sulit karena kebenarannya bisa terdeteksi langsung oleh pimpinannya yang telah dibekali password dan tahapan penggunaan aplikasi SIMRAL.

“Walikota, wakil walikota dan sekretaris daerah bisa setiap waktu dengan mudah memantau lewat handphone pribadi atau perangkat canggih miliknya. Yang penting ada sinyal jaringan internet,” terang Aplah.

Ditanya tentang jika sewaktu-waktu ada aparatur penegak hukum dan institusi terkait ingin mengaudit penyusunan dan penggunaan Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD). **Baca Juga: Begini Komposisi R-APBD 2015 Kota Tangsel.

Aplah tambahkan justru lebih mudah diteliti dan penerapan aplikasi SIMRAL merupakan implementasi dari Keterbukaan Informasi Publik yang tahun ini menyandang predikat terbaik pertama di Provinsi Banten.

“Ya pastinya akan kita berikan kode password login kepada aparatur negara berwenang. Tapi tentunya hanya data tertentu yang mereka butuhkan saja,” tambah mantan Kepala Bagian Humas dan Protokoler tu.(yud)

 

Berita Terbaru