BPJS Ketenagakerjaan Kembali Terjunkan Tim ke PT Joa Industri

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten Teguh Purwanto.(Dok K6)

Kabar6-Kantor Wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Provinsi Banten kembali menerjunkan tim ke PT Joa Industri untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, pada Selasa (13/2/2018).

Pasalnya, hingga kini perusahaan produsen tas dan cover gitar milik pengusaha asing asal Korea Selatan yang berlokasi di Jalan Raya Kutruk, Desa Pasir Barat, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang ini belum juga mendaftarkan 350 karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke Disnaker Kabupaten Tangerang dan Bidang Pengawasan Disnaker Provinsi Banten,” ungkap Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten Teguh Purwanto, kepada Kabar6.com, siang tadi.

Selain itu, kata Teguh, pihaknya juga menekankan perusahaan itu agar membayar seluruh hak-hak Bambang Hermanto, karyawannya, atas kecelakaan kerja yang terjadi.

Jika hal itu tidak dilakukan juga, maka pihaknya dengan terpaksa akan melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, untuk diproses sesuai aturan hukum.

“Kami berikan batas waktu sampai akhir Februari 2018. Jika masih bandel juga, tentunya kami akan keluarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) ke Kejaksaan,” ujar Teguh, didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang Yan Dwiyanto dan jajarannya.

Senada dikemukakan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang Yan Dwiyanto, jajarannya bersama tim pengawas Disnaker Banten telah membuat nota pemeriksaan untuk kali kedua bagi PT Joa Industri.

Dalam nota pemeriksaan itu, PT Joa Industri berjanji akan mendaftarkan 315 pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 15 Februari 2018 mendatang.**Baca Juga: Gedung SD Negeri Nalagati Panongan Diresmikan.

“Jika dia mangkir, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menyerahkan kasus ini ke Kejari Kabupaten Tangerang, untuk menindaklanjuti pelanggarannya,” tegasnya.(Tim K6)