oleh

Bintaro Design District Resmi Dibuka: Berbagi Pandangan Masa Depan

Kabar6-Wadah perkumpulan desainer yaitu Bintaro Design District (BDD) resmi dibuka dengan mengangkat tema ‘Berbagi Masa Depan.

Budi Pradono selaku Kurator BDD menerangkan, tema ‘masa depan’ diangkat dari sebuah keadaan yang akan datang serentak kepada semua.

“Dalam pikiran-pikiran yang kita miliki tentangnya, ada sebuah pikir yang membuat hidup hari ini gelisah, namun terselip dalam semua kerja kita ada harap-harap kecil yang terus diupayakan agar masa depan tidak jadi sesulit yang kita kira akan tiba,” ungkapnya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya, setiap dari desainer saat ini mengupayakan masa depan untuk ditinggali. Namun, seperti hari ini, di masa depan nanti semua tidak akan tinggal sendiri.

“Kita akan tinggal bersama-sama dengan mereka yang, beberapa kita kenal, dan banyak lainnya lagi yang masih menanti untuk berpapasan,” paparnya.

**Baca Juga: Tabrakan Mobil dan Motor Depan Area Uji KIR di Tangsel Satu Tewas

Dalam Bintaro Design District kali ini, Andra Martin selaku Kurator dan Inisiator menerangkan, pihaknya ingin mengumpulkan pikiran dan gagasan, dari teman-teman yang berpartisipasi, mengenai masa depan kita bersama. “Tentang cita-cita kecil, dugaan-dugaan logis atau spekulasi solusi dalam beragam skala yang menjadi mimpi tentang masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

“Kami ingin membagikan bermacam pikiran dari teman-teman ini, kepada khalayak yang lebih luas. Semata agar realisasi dari pikiran-pikiran ini dapat memiliki kesempatan untuk bisa diupayakan bersama, dan menjadi awal dari masa depan yang lebih menyenangkan untuk kita semua,” tambahnya.

Lanjutnya, melihat semua yang telah terjadi dalam beberapa waktu ke belakang, jelas sekali ada begitu banyak keadaan kurang baik, dalam hidup bersama saat ini.

Keadaan-keadaan yang perlu disikapi agar solusi realistisnya dapat dipikirkan dengan segera, dan realisasinya dapat menjadi tujuan gerak kita dalam menuju masa depan.

“Di awal pandemi ada pandangan pesimistis pada tiap kita, dalam melihat masa depan. Seakan ada awan gelap yang menyelimuti langit dan hujan akan segera turun. Kita semua harus berdiam di rumah dan secara sadar menjadi tahanan bagi diri kita sendiri (prisoner of ourselves) sambil berharap-harap cemas, akan masa depan yang tidak pasti. Dan ini berlangsung selama dua tahun penuh,” terangnya.

Lalu, Kurator selanjutnya, Danny Wicaksono mengatakan, saat ini manusia disadarkan akan hubungan manusia dengan alam yang perlu diperbaiki. Hubungan yang nyaris tidak sinkron dan bahkan tidak dekat sama sekali.

“Tidak jauh dari itu, perang di Eropa kemudian menyebabkan ketidakseimbangan baru, yang turut mempengaruhi keseharian hidup kita. Krisis yang bertubi-tubi ini menyebabkan kita harus selalu waspada dalam menghadapi masa depan,” jelasnya.

Maka dari itu, dijelaskan nya, visi BDD adalah membangun komunitas yang lebih baik dan mendorong teman teman kreatif untuk selalu responsif pada nilai nilai aktual saat ini dan juga mendorong generasi muda untuk lebih sensitif sekaligus kreatif dengan instink dan ketajaman dalam membaca fenomena terkini yang tidak hanya self distancing, independen, hibrid mandiri dan spiritual saja tetapi juga eco critic & metaverse

“Kita mendorong kolaborasi yang lebih inklusif baik dari masyarakat, pengembang korporasi, maupun pwmerintah untuk berkolaborasi secara gotong-royong untuk masa depan,” paparnya.

Sementara itu, Kurator BDD lainnya, Hermawan Tanzil menerangkan, Tema ‘berbagi masa depan’ menjadi tema yang sangat relevan, bahkan tidak mudah untuk usang.

Menurutnya, tema ini akan membungkus, mendokumentasikan dan juga memamerkan karya-karya terkni dan pemikiran-pemikiran terbaru dalam menghadapi dunia baru pasca pandemi yang dinamis, spiritual dan penuh kewaspadaan.

“Dapatkan kita memiliki sensitifitas ini? Kami harap teman-teman sama antusiasnya dengan kami, dalam menyambut terselenggaranya Bintaro Design District kali ini,” tutupnya.(eka)