oleh

Bila Sekolah Dibuka, Dindik Kota Tangerang: Kita Masih Koordinasi

Kabar6-Dinas Pendidikan Kota Tangerang masih menunggu keputusan resmi dibukanya aktivitas dunia pendidikan di sekolah.

Pihaknya pun tengah berkoodinasi pemerintah pusat dan provinsi Banten untuk pelaksanaan proses belajar dan mengajar di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan atas dibuka kembali proses belajar disekolah.
Kendati dibukanya sekolah tersebut dilakukan secara keseragaman atau diserahkan kepada Pemda masing-masing.

“Kita masih koordinasi dengan pusat dan juga Pemprov Banten. Karena kalau tahun ajaran baru dimulai 13 Juli ini atau diundur sampai Januari 2021 nanti,” katanya Masyati saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Masyati menegaskan, pihaknya juga saat ini telah menyiapkan berbagai skema terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, khususnya saat aktivitas new normal diberlakukan di Kota Tangerang. Nantinya setiap kelas akan dibagi menjadi dua kelompok belajar.

“Dimana mereka nantinya akan secara bergantian melakukan tatap muka di sekolah setiap harinya. Jadi satu kelas ada kelompok A dan B, misalnya kelompok A hari Senin masuk dan yang B nya belajar online di rumah melalui aplikasi Tangerang Live secara siaran video dan bergantian setiap hari,” jelas Masyati.

Jika jadwal KBM normal diundur, Masyati mengklaim, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan konsep untuk KBM siswa selama di belajar di rumah.

“Kan kita belum ada kepastian tuh, jika sampai Januari kan anak-anak juga harus diisi dengan materi meskipun kurikulumnya belum ada ketentuan. Tapi tetap kita merancang adanya pembelajaran dengan menerapkan belajar online melalui aplikasi Tangerang Live. Dalamnya akan terdapat menu guru untuk pembelajaran anak didik,” katanya.

**Baca juga: Haji 2020 Ditiadakan, 1.700 Calon Jemaah Kota Tangerang Gagal Berangkat.

Kendati demikian, skema lainya telah dirancang dengan memberlakukan tatap muka. Hanya saja pada skema ini anak murid akan dibuat kelompok sesuai lokasi tempat tinggal dan nantinya akan didatangi oleh para guru.

“Ini kita masih mengemas skema guru mendatangi murid berdasarkan pengelompokan lokasi mereka tinggal. Tapi kalau untuk new normal kita gunakan skema pembagian kelompok belajar,” tandasnya.(Oke)

Berita Terbaru