oleh

Berkat DNA pada Tisu Bekas, Misteri Pembunuhan 26 Tahun Silam Akhirnya Terkuak

Kabar6-Ada banyak petunjuk yang mampu mengungkap tabir pembunuhan, meskipun telah terjadi bahkan hingga puluhan tahun. Salah satunya karena kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, yang membuat berbagai hal menjadi lebih mudah.

Berkat teknologi juga, sebuah kasus pembunuhan seorang wanita di Amerika Serikat (AS) yang terjadi 26 tahun silam akhirnya berhasil terpecahkan dengan identifikasi DNA pada sebuah tisu bekas.

DNA adalah deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat. DNA akan membentuk materi genetika yang terdapat di dalam tubuh tiap orang yang diwarisi dari kedua orangtua.

Bagaimana kisahnya? Seorang pria bernama Jerry Westrom (52 tahun), melansir theguardian, ditangkap oleh pihak kepolisian atas pembunuhan yang dilakukan pada Jeanne Ann ‘Jeanie’ Childs pada 1993 di Minneapolis. Jeanie ditemukan tak bernyawa 26 tahun lalu dalam sebuah apartemen miliknya yang berlokasi di komplek prostitusi. Jasad Jeanie ditemukan tanpa busana dengan banyak luka tikaman senjata tajam di sekujur tubuhnya.

Banyak darah yang berceceran di kamar, ruang tamu, dan juga toilet apartemen milik Jeanie. Sidik jari, jejak kaki, dan telapak tangan pelaku pembunuhan pun ditemukan di dalam apartemen tersebut. Sayangnya, pelaku belum bisa ditangkap selama puluhan tahun karena keterbatasann basis data DNA.

Kasus pembunuhan Jeanie yang belum usai akhirnya dibuka kembali 22 tahun kemudian yaitu pada 2015, dengan upaya pencarian pemilik DNA yang ditemukan dalam apartemen Jeanie.

Diketahui, situs genealogi di Amerika Serikat menyimpan data-data DNA penggunanya. Hal ini bertujuan untuk kepentingan mencari anggota keluarga atau ingin mengetahui asal-usul leluhur.

Nah, dalam proses penyelidikan DNA itulah, keluar nama Jerry Westrom sebagai pemilik DNA. Dalam penyelidikannya, polisi menguntit Westrom saat pertandingan hoki di Wisconsin, Januari lalu. Dan saat itulah, polisi mendapatkan tisu bekas yang digunakan Westrom dalam tong sampah.

DNA Westrom yang terdapat pada tisu bekas tersebut ternyata cocok dengan DNA yang ada dalam apartemen Jeanie, sehingga polisi pun menangkap Westrom, 26 tahun setelah kematian Jeanie.

Kasus Westrom bukanlah yang pertama kali pihak kepolisian AS diuntungkan oleh situs genealogi. Dalam kasus serupa pada April tahun lalu, polisi AS berhasil membekuk Joseph DeAngelo.

Pria itu diduga melakukan pembunuhan dan perkosaan terhadap puluhan orang antara 1970 hingga 1980-an. Selama puluhan tahun, kasus tersebut tidak menemukan titik terang. Baru pada 2018, polisi menemukan sang pelaku berkat bantuan situs genealogi. ** Baca juga: Kematian 3 Pesohor Dunia yang Hingga Kini Masih Misterius

Teknologi memang sangat membantu.(ilj/bbs)

Berita Terbaru