oleh

Benarkah Uang Bisa Ikut Sebarkan COVID-19?

Kabar6-COVID-19 dapat menyebar melalui percikan cairan (droplet) oleh orang yang terinfeksi, seperti saat mereka batuk atau bersin. Cairan tersebut bisa menempel di berbagai macam area permukaan.

Beberapa area permukaan yang keras bahkan bisa membuat virus dalam cairan menjadi hidup lebih lama dan menjadi sarang dari virus tersebut, misalnya kartu kredit dan uang logam.

Sementara itu di Tiongkok, dilakukan strategi pencegahan lanjutan dengan membersihkan uang-uang yang beredar menggunakan disinfektan, sinar UV dan suhu tinggi, serta memusnahkan uang yang berpotensi menjadi penyebaran infeksi COVID-19, yaitu yang berasal dari rumah sakit dan pasar tradisional. Uang tersebut lalu disimpan untuk disterilkan selama 14 hari sebelum kembali dibagikan ke masyarakat.

Hal ini karena uang bisa berpindah dari satu tangan ke banyak tangan lainnya setiap hari, sehingga menjadi salah satu benda yang paling sering tersentuh.

Menurut seorang ahli epidemologi di University of North Carolina bernama Rachel Graham, melansir Wolipop, permukaan halus dan tidak keropos seperti meja, gagang pintu, dan uang logam dapat membawa virus lebih baik dan membuatnya dapat hidup lebih lama.

“Uang koin atau logam akan menularkan virus lebih baik daripada uang kertas, tetapi ini seharusnya tidak menjadi masalah besar,” kata Rachel. “Aturan dasar sebenarnya adalah menganggap uang kotor, karena memang demikian. Terlalu banyak tangan yang menyentuhnya.”

Diketahui, bahan dasar pembuat uang adalah katun 75 persen dan linen 25 persen, sehingga membuat uang menjadi salah satu benda yang memiliki pertumbuhan bakteri tinggi. Selain itu, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa uang sangat kotor.

Salah satu penelitian pada 2010 menemukan, uang kertas di Amerika Serikat mengandung 10 mikroba bakteri per cm persegi, lebih tinggi dari Australia atau Selandia Baru.

Hal lain, penelitian yang dilakukan di New York dan dipublikasikan pada 2017 menemukan bahwa uang di Amerika Serikat mengandung DNA hewan peliharaan, jejak kokain, dan lebih dari seratus jenis bakteri yang berbeda. Meskipun demikian, penularan penyakit terkait dengan uang jarang terjadi dan tidak ada wabah penyakit besar yang dimulai dari uang.

Apabila Anda tidak mau mengambil risiko akan penularan infeksi virus melalui uang, seorang epidemiolog dari University of Delaware bernama Jennifer Horney, menyarankan memakai kartu kredit atau kartu debit.

Horney mengatakan, kartu kredit dan debit lebih tidak berisiko untuk digunakan. Hal ini dikarenakan alat pembayaran tersebut bisa dibersihkan setiap saat dengan menggunakan pembersih yang bisa membunuh bakteri, kuman, dan virus.

Apa pun alat pembayaran yang digunakan, baik uang tunai atau memakai kartu kredit atau debit, Anda tetap harus mencuci tangan setelah menyentuhnya. Apalagi di saat ini ketika COVID-19 sudah menyebar ke berbagai belahan dunia. ** Baca juga: Pemakaian Masker Wajah dalam Jangka Waktu Lama Bisa Sebabkan Jerawat

Dan apabila memungkinkan, gunakan metode cashless sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang tunai ke mana pun pergi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru