oleh

Benarkah Terobsesi untuk Selalu Konsumsi Makanan Sehat Termasuk Gangguan Kesehatan Mental?

Kabar6-Menurunkan berat badan melalui diet sehat memang sangat dianjurkan. Namun di sisi lain, terobsesi untuk selalu mengonsumsi makanan sehat pun disebut tidak baik. Mengapa demikian?

Sebuah studi dari University College London 2017, melansir Dailymail, menemukan sebanyak 49 persen pengguna Instagram memiliki gejala orthorexia, yaitu gangguan makan yang ditandai dengan obsesi terhadap makanan yang dianggap sehat. Istilah ini diperkenalkan oleh seorang dokter Amerika bernama Steven Bratman. Pada kondisi lain, seorang dapat secara ekstrem menghindari makanan yang dipikirnya tidak sehat dan hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Orthorexia didefinisikan sebagai obsesi seseorang yang hanya mau mengonsumsi makanan alami dan organik, seperti sayur-sayuran, dan buah, dan menganggap makanan lainnya sebagai asupan yang buruk.

Beberapa ahli mengakui orthorexia sebagai gangguan kesehatan mental. Kondisi ini dapat ditularkan secara masif lewat dunia digital, terutama media sosial. Seorang Profesor di University of the Sciences, Philadelphia, bernama Dr. Hanganu Bresch mengatakan bahwa penyakit ini timbul akibat konten viral yang menyebar di media sosial.

“Gambar-gambar makanan sehat, tubuh berotot saat yoga, serta dukungan produk yang mengklaim kaya akan nutrisi menyebar melalui akun Twitter, Facebook dan Instagram. Banyak orang yang tertekan dan ingin mengikutinya,” jelas Dr. Bresch.

Dikatakan, tidak hanya ingin terlihat sehat, mereka yang mengidap orthorexia juga ingin dinilai sebagai orang kaya karena dianggap mampu membayar jus organik dan menjadi anggota gym.

Orthorexia juga termasuk sebagai gangguan makan obsesif kompulsif seperti anoreksia. Keduanya sama-sama bukan penyakit fisik, namun gangguan mental yang akhirnya mengganggu kesehatan fisik.

Orang yang mengalami gangguan makan umumnya sangat rentan mengalami stres dan depresi bila tujuannya tidak tercapai. Selain itu, kondisi fisik seperti kekurangan nutrisi akibat hanya memilih jenis makanan tertentu pun menyebabkan penurunan fungsi tubuh. ** Baca juga: Riset Ungkap, Makan Satu Alpukat Sehari Bantu Turunkan Kolesterol Jahat

Seorang psikolog klinis bernama Jennifer Mills yang juga seorang profesor di York University mengatakan, baik orthorexia, anoreksia, bulimia, atau gangguan makan lainnya memang belum ditemukan pengobatannya.

Namun, penderita dapat menjalani terapi kesadaran bahwa makan seimbang adalah cara terbaik untuk mendapat tubuh yang sehat.(ilj/bbs)

Berita Terbaru