Benarkah Makan Larut Malam Tunjukkan Gangguan Kejiwaan?

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Penelitian yang dilakukan Perelman School of Medicine di The University of Pennsylvania mengungkapkan, orang yang bangun larut malam untuk makan, biasanya memiliki masalah kejiwaan.

Benarkah demikian? Dilansir Geniusbeauty, pernyataan ini diperkuat lagi oleh penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rebecka Peebles yang melakukan survei dan tes terhadap 1.600 siswa. Tes ini didesain khusus untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan makan dan hubungannya dengan gangguan jiwa yang mungkin terjadi pada para sukarelawan.

“Kami pikir makan saat malam larut adalah sesuatu yang harus diperhatikan, meskipun hanya terjadi di bawah tiga persen dari siswa yang mengalami gangguan makan berlebih,” kata Rebecka Peebles, yang juga dokter anak sekaligus peneliti dari Perelman School of Medicine di The University of Pennsylvania.

Hal ini bertolak belakang dengan anoreksia yang membuat penderitanya tidak mau makan sehingga mengalami kekurangan nutrisi. Pada sindrom makan malam, orang menjadikan makan ibarat hobi. Mereka sulit melepaskan camilan saat malam mulai makin larut. ** Baca juga: Olahraga Sebabkan 5 Dampak Menguntungkan Bagi Otak

Studi lain dilakukan pada 2008. Siswa yang diketahui memiliki sindrom ini dapat menimbulkan perilaku depresi yang merugikan dirinya sendiri. Sementara studi terbaru ini makin menguatkan pendapat bahwa sindrom tersebut merupakan bentuk dari tidak kewajaran pasikologis seseorang. Penderita sindrom makan malam sebaiknya segera mendapatkan bantuan terapi dari ahli kejiwaan.(ilj/bbs)