oleh

Benar-benar Ada, Makam Sinterklas yang Asli Ditemukan Dekat Laut Mediterania

Kabar6-Tim arkeolog di Turki Selatan menemukan Makam Sinterklas yang asli, juga dikenal sebagai St. Nicholas atau Santo Nicholas, di bawah gereja bernama sama di dekat Laut Mediterania.

Santo Nicholas dari Myra yaitu daerah di Turki yang kini bernama Demre, melansir Nypost, dikenal karena kebaikannya dan suka memberikan hadiah secara diam-diam. Orang-orang percaya, Santo Nicholas menaruh koin di sepatu siapa pun yang sengaja diletakkan untuknya setiap 6 Desember, yang merupakan hari perayaan untuk Santo Nicholas.

Dia juga disebut sebagai seorang rahib yang memberikan semua warisannya dan memilih membantu orang-orang miskin dan sakit. Dia juga santo pelindung para pelaut dan sangat menyukai anak-anak.

Santo Nicholas juga sangat populer dan selamat dari Reformasi Protestan ketika ‘ketika pemujaan orang-orang kudus mulai dihalangi’. Baru pada abad ke-16 Santo Nicholas mulai dikenal dengan penampilannya saat ini, yang di Eropa dikenal sebagai Bapak Natal.

Dia bermigrasi ke Amerika bersama orang Belanda, yang memanggilnya ‘Sinterklass’ dan berkumpul setiap tahun untuk memperingati kematiannya. Santo Nicholas mulai muncul di toko-toko pada 1840-an.

Penulis Clement Clarke mengokohkan citra Sinterklas Amerika dengan puisinya ‘Kunjungan dari Santo Nicholas’, yang dimulai dengan kata-kata, “Sungguh malam sebelum Natal”. ** Baca juga: Perkakas Batu Purba Berusia 50 ribu Tahun yang Ditemukan di Brasil Timur Ternyata Dibuat Oleh Monyet

Santo Nicholas meninggal pada tahun 343 dan dikebumikan di gereja Santo Nicholas di Demre. Pada 1087, para saudagar menggali tulangnya dan diselundupkan ke kota Bari, Italia, dan menjadi tempat suci yang kerap dikunjungi umat Kristen untuk memberi penghormatan kepada Santo Nicholas.

Tapi menurut para arkeolog, yang dikubur di Basilika Santo Nikolas di Bari itu adalah orang yang salah. Tulang yang dikuburkan di sana adalah milik pendeta setempat. Arkeolog melakukan survei di gereja di Demre dan mengatakan makam itu berada di bawah gereja dan tidak tersentuh.

“Kami yakin makam ini belum rusak sama sekali, tapi cukup sulit untuk sampai ke sana karena ada mosaik di lantai,” jelas Cemil Karabayram, Kepala Otoritas Monumen Antalya.

Karabayram mengungkapkan, dia percaya para arkeolog bisa mencapai makam tersebut. Dia juga meyakini hampir 1.700 tahun setelah kematian Santo Nicholas, dia nasih memberikan hadiah kepada warga Demre melalui pendapatan dari pariwisata.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email