Begini Sikap Ponpes Banten Soal Puisi Ganjar Pranowo

kabar6.com
Ketum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Ali Mujahidin.(dhi)

Kabar6-Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Ali Mujahidin meminta agar puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) yang dibacakan Ganjar Pranowo, tidak ditafsirkan secara serampangan.

Pasalnya, penafsiran secara serampangan terhadap isi puisi tersebut justru bisa menimbulkan kegaduhan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Ali Mujahidin, saat ditemui di ruangannya, Kota Cilegon, Banten, Senin (9/4/2018).

Menurut Ali, bahasa puisi yang menggunakan sastra, tak bisa ditafsirkan dengan bahasa sehari-hari. Karena akan berbeda maknanya.

“Puisi itu kan bahasa sastra, tergantung siapa yang menafsirkannya. Saya no coment lebih jauh lagi,” kata Ali Mujahidin.

Sedangkan mengenai KH. Ma’ruf yang mendampingi Sukawati Soekarnoputri meminta maaf, dan mendapatkan perlawanan dari segelintir pengurus MUI, diyakini telah berdasarkan kajian agama yang mendalam.

Ali Mujahidin juga meminta warga Al-Khairiyah jangan sampai menjadi korban adu domba, lantaran tahun ini, merupakan tahun politik jelang Pileg dan Pilpres 2019.

KH. Ma’ruf yang juga pernah mengenyam pendidikan di Al-Khairiyah, di anggap telah memiliki ilmu keagamaan yang mumpuni, sehingga mau menemani Sukmawati meminta maaf kepada umat muslim atas puisinya.**Baca juga: UNBK, SMAN 1 Kota Serang Pinjam 120 Unit Laptop Ke Ortu Siswa.

“Kami yakin KH. Ma’ruf sudah memandang maslahatnya. Terkait perbedaan, saya yakin beliau sudah tabayun. Kita tahu ini semua, tapi ada yang lebih penting lagi, itu soal persatuan dan kesatuan bangsa,” terangnya.(dhi)