oleh

Begini Pesan Terakhir Aiptu Kus Hendratna Untuk 3 Anaknya

Kabar6-Aiptu Kus Hedratna (44), telah pergi untuk selamanya sekaligus meninggalkan duka bagi sejumlah orang terdekatnya.

Sebelum insiden penembakan terjadi, pria kelahiran Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, itu sempat memberikan nasehat kepada anak-anaknya.

Pesan tersebut tentang harapan almarhum, agar ketiga anaknya dapat menjadi orang yang berpribadi dan perilaku baik dan berguna bagi orang lain.

Pesan terakhir itu dilontarkan Aiptu Kus Hendratmo kepada 3 nakanya saat makan malam di meja makan, beberapa jam sebelum peristiwa penembakan terjadi.

“Ayah berpesan kepada kami agar menjadi orang baik. Disamping itu, kami anak-anaknya juga diminta untuk belajar sungguh-sungguh,” kata¬† Adrian Wibisono, anak sulung Aiptu Kushendratna, Sabtu (17/8/2013).

Hal serupa dikatakan Adam Anggoro Seno, anak kedua korban saat mengiringi pelepasan jenazah almarhum untuk dimakamkan di Kulon Progo, Yogyakarta.

“Ayah (Aiptu Kushendratna) adalah sosok pemimpin keluarga yang dapat menjadi tauladan bagi kami anak-anaknya. Banyak kebaikan yang sudah diberikan olehnya,” ungkap Adam Anggoro Seno, anak kedua korban saat mengiringi pelepasan jenazah almarhum, Sabtu (17/8/2013).

Disamping peti jenazah, Ana Sunariarti, isteri almarhum terlihat tak kuasa menahan air mata. Dari rumah duka, seluruh pelayat juga ikut mengantarkan jasad Aiptu Kushendratna untuk terlebih dahulu dishalatkan di Masjid Jami Nurun Iman tak jauh dari rumah duka.

Prosesi pelepasan jenazah secara militer pun juga mengikuti prosesi pemberangkatan jenazah yang sudah dimasukan dalam peti dan ditutupi bendera kebangsaan Indonesia untuk dibawa ke peristirahatan terakhir di kota gudeg Jogjakarta lewat Bandara Soekarno-Hatta.

Sikap baik dan bijaksana almurhum ternyata tidak saja dirasakan anggota keluarga, namun juga terus tergambar dimata warga sekitar rumahnya. Seperti yang diutarakan Sukarni, salah satu tetangga almarhum. Menurut pria yang rambutnya sudah memutih itu, Aiptu Kus Hendratna merupakan orang baik dan suka menolong orang lain yang mengalami kesusahan.

“Pak Kus sering kasih sumbangan orang sekitar. Kalo kata orang Betawi bilang beliau ringan tangan,” kenangnya.

Ya, Aiptu Kus Hendratna dan rekannya Bripda Ahmad Maulana tewas setelah ditembak orang tak dikenal di Jalan Graha Raya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), persisnya sekitar seratus meter dari markas Polsek Pondok Aren, Jumat (16/8/2013) malam.(yud)

Berita Terbaru