Home / Tangerang Raya / Tangerang Kota / Begini Kronologis Penangkapan Pengelola Premium Call
kabar6.com
Begini Kronologis Penangkapan Pengelola Premium Call. (zak)

Begini Kronologis Penangkapan Pengelola Premium Call

Kabar6-Lacak fasilitas premium call 0809100XXXX, Polres Metro (Polrestro) Tangerang Kota melalui anggotanya lakukan under cover terhadap pesan singkat siar (broadcast) yang berisikan ajakan percakapan sex, Jumat (28/9/2018) sekira pukul 14.00 WIB.

Humas Polrestro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim menjelaskan, petugas menghubungi nomor telepon dan mendengarkan suara perempuan yang mengaku bernama Sandra. Selanjutnya, percakapan sex berlangsung lebih intim untuk menggugah gairah dari petugas itu.

Disela percakapan, Sandra menyanggupi tawaran kencan sex dengan harga dan tempat yang disepakati setelah jam kerja selesai.

“Sesuai kesepakatan, ditentukan hotel di TKP 1 (Hotel Narita) dan uang yang harus dibayarkan ke Sandra Rp1 juta,” kata Humas Polrestro Tangerang Kota, Selasa (9/10/2018).

Sebelum bertemu, Sandra sempat meminta senilai uang Rp300 ribu transfer ke rekeningnya dengan alasan untuk kebutuhan transportasi.

“Setibanya di TKP1, petugas yang melakukan undercover bersama Sandra memasuki kamar hotel sembari membayarkan nilai uang yang disepakati Rp1 juta. Namun, tak berselang lama, dilakukan penangkapan dan interogasi,” ungkap Abdul Rachim.

Kata humas, dari keterangan Sandra dia bekerja selama 2 tahun sebagai penerima percakapan sex melalui jasa premium call di Ruko Mutiara Karawaci (TKP 2).

“Dimana sebelumnya, Sandra telah dilatih untuk mahir melakukan percakapan sex sebagai daya tarik dan gairah pelanggan,” terangnya.

Tak selesai sampai disitu, Polres Metro Tangerang Kota terus melakukan pengembangan dengan melakukan peggerebekan di TKP 2 (Ruko Mutiara Karawaci). Disana (TKP 2) polisi menemukan 6 orang karyawan.

Empat orang (Tati, Siska, Siti dan Atin) bertugas sebagai operator premium call yang sedang melayani percakapan sex yang dilengkapi dengan pesawat telepon.

Satu orang bertugas sebagai operator pesan singkat (SMS) dan link internet yang dilengkapi laptop, modem, kartu perdana selular dan lainnya.

“Kemudian seorang lagi mengaku sebagai pemilik tempat, tersangka dengan nama Myung Ha Moon,” papar Abdul Rachim.

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti, diantaranya 1 lembar kwitansi check in Hotel Narita, uang senilai Rp1 juta, 1 unit HP milik Sandra, dan rekaman percakapan antara resmob dengan tersangka Sandra.

Selain itu, polisi juga mengamankan 23 unit laptop berbagai merek, ribuan kartu perdana dari berbagai provider, 70 unit modem, 20 unit pesawat telepon, 1 lembar foto kopi surat keterangan layak operasi Tahun 2001 dari Departemen Polstek dan beberapa kartu tanda pengenal (KTP).

“Sebagai kelengkapan dalam penyelidikan unit Resmob membawa para saksi, tersangka dan barang bukti ke Sat Reskrim Restro Tangerang Kota,” ujar Abdul Rachim.

**Baca juga: Pengelola Premium Call Diciduk Polisi di Karawaci.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 45 Jo Pasal 27 Ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 6 Tahun. (zak)

Check Also

Kabar6.com

Carut Marut Perijinan Gedung BPSDM, DPMTSP Tangerang: No Comment, Silahkan Tanya Para Petinggi

Kabar6-Carut marutnya perihal perijinan bangunan politeknik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan Ham, ...