Begini Cara Sederhana Agar Tidak Cepat Haus Saat Berpuasa

Ilustrasi/bbs

Kabar6- Saat puasa, Anda memang akan lebih mudah dehidrasi karena cenderung minum lebih sedikit dari biasanya. Padahal, menjaga asupan cairan tubuh itu penting.

Diketahui, total air dalam tubuh mencapai 60 persen, dan memegang tugas yang penting pada tubuh. Menurut National Academy of Science Institute of Medicie, melansir Cosmopolitan, beberapa fungsi krusial air dalam tubuh adalah membawa nutrisi ke sel-sel, mengeluarkan ‘limbah’ dari tubuh, hingga berperan dalam proses pernapasan dan metabolisme energi.

“Dehidrasi dapat merusak jaringan dan menurunkan volume darah, sehingga aliran darah ke organ vital pun berkurang,” kata Dr. Irwin Rosenberg, M.D., Senior Scientist Neuroscience and Aging Laboratory di Tufts University.

Umumya wanita dewasa membutuhkan 11 cup cairan per hari, sedangkan pria butuh 15 cup. Namun, ini tergantung dengan berat badan serta level aktivitas fisik masing-masing.

Satuan ukur yang digunakan adalah cup bukan gelas, karena ukuran gelas bisa berbeda-beda. Satu cup sekira 240ml. Jadi, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan wanita dewasa setiap hari adalah 2.640 ml atau 2,64 liter.

Iklim dan ketinggian dapat memengaruhi seberapa banyak cairan yang kamu butuhkan. Menurut Institute of Medicine, saat cuaca panas, tubuh akan kehilangan lebih banyak air dan elektrolit karena Anda berkeringat.

Tubuh mengeluarkan keringat untuk menjaga suhu tubuh agar tidak panas. Sedangkan, di cuaca yang dingin atau saat sedang berada di tempat yang tinggi, Anda akan kehilangan air tiap kali menghembuskan napas.

Untuk menghindari dehidrasi disarankan rutin minum air sepanjang hari. Cara terbaik adalah dengan minum air dalam jumlah yang sedikit tapi secara konsisten sepanjang hari sehingga tubuh dapat menyerap cairan lebih efisien.

Nah saat puasa, Anda bisa mengimbanginya dengan minum air yang cukup saat sahur, berbuka, dan di malam hari setelah tarawih.

Bagaimana cara mengetahui tubuh sudah cukup minum air? Sebenarnya Anda tidak perlu menghitung secara persis seberapa banyak cairan yang telah diminum. Cukup ‘dengarkan’ tubuh Anda, karena tubuh telah dirancang untuk memberi tahu kita saat dia kekurangan cairan. Haus, berarti saatnya untuk memasukkan cairan ke tubuh.

Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan minum susu, air berkarbonasi, teh, dan kopi. ** Baca juga: Apa Saja Mitos & Fakta Berpuasa?

Opsi lain untuk mendapatkan asupan cairan adalah dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan cairan tinggi. Misalnya mengonsumsi buah dan sayuran seperti melon, stroberi, kubis, seledri, dan bayam.

Bahkan, menurut USDA Natrional Nutrient Database for Standard Reference, pasta dan es krim juga bisa ‘menyuntikkan’ cairan yang dibutuhkan tubuh. (ilj/bbs)