oleh

Begini Airin Semprot Camat Pamulang & Satpol PP

Kabar6-Camat Pamulang, Suhendar hanya tertunduk saat disemprot Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany.

Kekesalan Airin setelah sekelompok aktivis Organisasi Kepemudaan (OKP) Ganespa menggeruduk kantornya untuk menggelar aksi unjuk rasa.

“Dari kemarin (dua pekan silam) kan saya sering SMS dan BBM ke Pak Camat (Pamulang) terkait pengurukan ini?!,” tegas Airin dalam pertemuan rutin rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Walikota Tangsel, Jalan Raya Siliwangi Nomor 1, Kecamatan Pamulang, Selasa (25/11/2014).

Pengamatan langsung kabar6.com di ruangan rapat, kiranya bukan hanya Camat Suhendar kena teguran keras dari sang pimpinan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel, Azhar Syam’un Rachmansyah pun tak luput kena semprot dimarahi. Sebab, pada Korps Praja Wibawa yang dipimpinnya bertugas menegakan Peraturan Daerah (Perda)

“Pak Azhar jadi leading sector (motor penggerak), karena tupoksinya sebagai penegak Perda. Jadi manakala ada pelanggaran yang turun ke lapangan adalah Satpol PP,” sindir Airin menoleh ke kanan. **Baca juga: Airin Kecewa, SKPD Tangsel Lambat Sikapi Kasus Situ Ciledug.

Airin mengaku, hasil perkembangan terkini diketahui dari adanya aksi unjuk rasa OKP Ganespa, bahwa laporan pencaplokan lahan Situ Ciledug atau Tujuh Muara di Pondok Benda, oleh PT Villa Pamulang selaku pengembang perumahan tak jua digubris aparatur daerah.

“Kami tidak ada maksud dan ingin apa-apa. Cuma rasanya jadi sayang sekali Bu Airin, kalau program Go Green yang sudah dicanangkan tapi tidak didukung oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Tangsel,” terang salah satu Dewan Pembina OKP Ganespa, Nurcholis Hafiz.

Mendapat penyataan itu, Airin memberikan apresiasi lantaran telah diingatkan. Hal ini menandakan tugasnya terus mendapat dukungan mayarakat. Ia pun berpesan kepada semua anak buahnya untuk tidak menyepelekan setiap informasi dan komitmen dari OKP Ganespa.

“Dan ini akan menjadi catatan kami Pemkot Tangsel. Sebab, respon dari masyarakat itu jauh lebih cepat dari pada pemerintah setempat, dan kita tidak boleh diam saja,” terang Airin.(yud/way)

Berita Terbaru