oleh

Bedakan Tanda Lupa Normal & yang Perlu Diwaspadai

Kabar6-Seiring usia, banyak perubahan terjadi pada tubuh. Salah satu yang mengalami penurunan berkaitan usia adalah otak. Koneksi antara sel-sel otak membuat ingatan berubah seiring usia.

Protein dan hormon yang memelihara otak juga mengalami penurunan. Nah, hal yang sebaiknya diperhatikan adalah Anda dapat membedakan lupa normal karena usia, atau lupa yang sebaiknya perlu diwaspadai. Melansir medcom, berikut tanda-tandanya:

1. Tidak semua detail
Normal: Anda lupa bertemu dengan teman tetapi mengingatnya kemudian. Atau mengingat pernikahan yang Anda hadiri tahun lalu tapi lupa dengan siapa saja Anda bertemu.

Waspada: Anda melewatkan sebagian besar janji. Bertanya kepada teman dan keluarga untuk tentang detail berulangkali. Anda lupa acara yang baru saja Anda kunjungi atau percakapan yang baru saja Anda lakukan.

2. Angka
Normal: Salah saat menulis buku cek sesekali. Anda juga lupa membayar beberapa tagihan. Atau alih-alih menuang tiga sendok teh gula, Anda memakai sendok makan.

Waspada: Sulit fokus, membuat rencana, dan menyelesaikan masalah. Angka terasa seperti bahasa asing, membuatnya sulit untuk mengikuti resep atau memahami anggaran rumah tangga.

3. Hanya permainan
Normal: Memerlukan bantuan mengatur jam di microwave atau merekam acara favorit. Anda perlu berpikir selama satu menit saat bermain kartu.

Waspada: Anda tidak tahu menggunakan kompor. Anda lupa aturan permainan bola basket atau tenis atau permainan yang telah dimainkan atau tonton selama puluhan tahun.

4. Meletakkan barang
Normal: Anda perlu memeriksa saku, meja dapur, mobil sebelum kembali ke tempat gantungan kunci di belakang pintu dan menemukan kunci yang Anda cari.

Waspada: Anda meletakkan barang-barang di tempat-tempat aneh, seperti telepon Anda berakhir di freezer. Anda tidak dapat mengingat ke mana Anda harus mencari barang, atau menyalahkan orang lain karena mencuri barang.

5. Hari
Normal: Sesekali Anda tidak memikirkan hari apa ini. Namun mengetahuinya saat diperlukan.
Waspada: Seluruh gagasan akan waktu terasa membingungkan. Anda mungkin tahu yang terjadi sekarang tapi sama sekali lupa dengan pengalaman minggu lalu.

6. Bagaimana saya bisa sampai ke sini
Normal: Anda berjalan-jalan dan sulit mengingatnya seumur hidup. Sesekali lupa nama jalan ketika memberi arah. Namun dalam beberapa menit, Anda ingat bagaimana menuju tempat yang sudah dikenal.

Waspada: Tidak dapat menemukan jalan pulang atau tersesat atau merasa bingung di tempat yang Anda kenal.

7. Lupa nama benda/sesuatu
Normal: Anda lupa nama sesuatu. Meski kerap sudah ada di ujung lidah, Anda sulit mengucapkannya.

Waspada: Anda menyebut sesuatu dengan nama yang salah dan kadang terlalu jauh. Seperti Anda menyebut ‘sendok’ dengan ‘tempat tidur’. Atau tiba-tiba berhenti di tengah kalimat dan tidak tahu apa yang Anda katakan. Anda mengalami kesulitan mengikuti percakapan.

8. Membutuhkan waktu sendiri
Normal: Kesibukan pekerjaan, keluarga, dan tuntutan sosial membuat Anda ingin terlepas dari semuanya dan melakukan hal-hal yang disukai.
Waspada: Anda tidak mengikuti olahraga yang biasanya diikuti. Atau mencoba menghindari menghabiskan waktu bersama orang untuk menyembunyikan masalah.

9. Lupa nama orang
Normal: Anda hampir menyebutkan nama teman yang sudah lama tidak bertemu tapi lantas lupa. Anda menyebut nama anak perempuan saat ingin memanggil cucu.
Waspada: Tidak dapat mengingat nama putra Anda.

10. Kesulitan merawat diri
Normal: Bergegas keluar rumah tanpa menyikat gigi atau lebih buruk lagi lupa menutup resleting celana.
Waspada: Anda tidak hanya lupa melakukan sesuatu tapi lupa caranya. Anda kebingungan bagaiamana cara memakai baju.

11. Ingatan Anda bukan masalah
Normal: Mengkhawatirkan ingatan Anda, tetapi keluarga Anda merasa tidak ada yang salah.

Waspada: Keluarga khawatir tentang sifat pelupa Anda, tetapi Anda tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi. ** Baca juga: Aturan Sehat Berbuka Puasa

Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan memori, seperti Alzheimer atau jenis demensia lainnya. Hal tersebut salah satu kemungkinan, tetapi ada penyebab lain, misalnya kekurangan B12, vitamin yang merupakan nutrisi bagi otak. Penyebab lainnya adalah depresi, masalah tiroid, atau bahkan tidak minum cukup cairan.(ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru