oleh

Beda Sikap Tanggap Bencana di Tubuh BPBD Banten

Kabar6-Masa tanggap darurat kebencanaan di Provinsi Banten telah berakhir hari ini, Selasa 14 Januari 2020. Setelah masa tanggap darurat bencana ditetapkan oleh Gubernur Banten sejak tanggal 01 Januari 2020 lalu.

Kini, bencana alam di Banten, terutama di Kabupaten Lebak, memasuki masa transisi kebencanaan hingga dua bulan kedepan.

“Masa tanggap darurat berakhir, masuk ke transisi darurat, (lama waktunya) bisa dua bulan, bisa menyesuaikan. Pada dasarnya (sama) dengan (tanggap) darurat, tapi mau purna, mau tuntas tanggap darurat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Banten, Kusmayadi, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan selulernya, Selasa (14/01/2020).

Sedangkan menurut Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Provinsi Banten, Entis Basari mengatakan hal yang berbeda. Bahwa belum ada keputusan dari Gubenrur Banten, Wahidin Halim (WH) terkait perpanjangan masa tanggap darurat di Banten, terutama di Kabupaten Lebak.

Sedangkan Pemkab Lebak sudah mengeluarkan putusan bahwa masa tanggap darurat nya di perpanjang selama dua Minggu kedepan. Sejak tanggal 15 Januari hingga 29 Januari 2020 mendatang.

“Masa tanggap darurat SK bupati Lebak diperpanjang dua Minggu kedepan, sejak tanggal 15 Januari sampai 29 Januari mendatang. Kalau provinsi (Banten) belum ada keputusan diperpanjang atau tidak. Saya barusan melaporkan ke pimpinan, lalu nanti pimpinan yang melaporkan ke gubernur apakah diperpanjang atau tidak,” kata Kabid RR, Entis Basari, saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Selasa (14/01/2020).

**Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Banten Diperpanjang.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa ketua DPRD Banten, Andra Soni, mengatakan bahwa BPBD dan Pemprov Banten ‘Gagap Tanggap Bencana’. Lantaran tidak sinkronnya data korban jiwa hingga tidak adanya crisis center dilokasi bencana. Posko crisis center sendiri berada di kantor BPBD Bangen yang jaraknya sangat jauh dari lokasi bencana.(Dhi)

Berita Terbaru