Home / Aneka Berita / Sehat / Beberapa Hal yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Migrain
Ilustrasi/bbs

Beberapa Hal yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Migrain

Kabar6-Sakit kepala sebelah atau migren, banyak dialami oleh orang-orang tanpa memandang jenis kelamin. Saat migren menyerang, Anda pun tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Diketahui, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain pada orang-orang tertentu. Melansir healthline, ini dia sejumlah hal yang dimaksud:risiko tersebut yang dapat dikendalikan.

1. Riwayat keluarga
Genetika merupakan salah satu hal yang juga berperan dalam terjadinya migrain, meskipun para peneliti masih tidak berhasil menemukan gen spesifik yang terlibat. Sekira 70-80 persen penderita migrain memiliki anggota keluarga dekat yang juga menderita migrain.

Bila salah satu orangtua menderita migrain, maka anak pun memiliki kemungkinan menderita migrain juga hingga sebanyak 50 persen. Jika kedua orangtua menderita migraine, maka anaknya pun memiliki risiko hingga 75 persen untuk menderita migrain juga.

2. Jenis kelamin & perubahan kadar hormonal
Wanita memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk menderita migrain dibandingkan dengan pria. Namun pada anak-anak, migrain justru lebih sering terjadi pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Perubahan kecenderungan ini tampaknya terjadi setelah anak memasuki masa pubertas. Hal ini mungkin dikarenakan hormon estrogen juga memiliki peranan dalam terjadinya migrain.

Selain itu, migrain juga sering terjadi pada wanita hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan, setelah melahirkan, dan saat seorang wanita mengkonsumsi pil KB atau melakukan terapi sulih hormon.

Serangan migrain biasanya akan berkurang saat kehamilan memasuki trimester ke 2 dan 3. Karena beberapa jenis obat migrain dan suplemen herbal tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum mengkonsumsi obat apapun.

3. Usia
Sekira setengah penderita mengalami gejala migrain pertamanya saat masih berusia kurang dari 20 tahun. Namun serangan migrain sebenarnya lebih sering diderita oleh orang yang berusia antara 25-55 tahun.

Serangan migrain biasanya akan berkurang dengan cukup signifikan setelah wanita memasuki masa menopause. Segera hubungi dokter Anda bila Anda tidak pernah memiliki riwayat migrain sebelumnya dan justru baru mengalaminya saat telah berusia lebih dari 50 tahun.

4. Gangguan kesehatan lainnya
Seorang penderita migrain biasanya juga menderita gangguan kesehatan lainnya seperti depresi, gangguan cemas, stroke, epilepsi, irritable bowel syndrome (IBS), dan tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita migrain. ** Baca juga: Adakah Manfaat Usia Remaja Minum Kopi?

Apakah Anda termasuk orang yang sering mengalami migrain? (ilj/bbs)

Check Also

Benarkah Cokelat Memang Baik untuk Kesehatan?

Kabar6-Tidak hanya lezat, cokelat pun bisa meningkatkan mood. Cokelat mengandung sejumlah bahan kimia yang menghambat ...