oleh

BBM Naik, Nelayan Tanjung Kait Enggan Melaut

Kabar6-Sejumlah nelayan di Pantai Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang meradang. Mereka memilih tidak melaut, karena mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini.

Sikap para nelayan yang memilih tidak melaut kiranya bukan tanpa sebab. Itu mengingat kenaikan harga BBM jenis solar saat ini, justru dibarengi dengan turunnya harga ikan laut.

“Gimana mau melaut, harga ikan turun, sedangkan harga solar naik. Ini membuat kami memilih untuk tidak melaut,” ungkapnya kepada kabar6.com, Minggu (30/11/2014).

Akbar mengaku tidak berani berspekulasi. Itu karena dia khawatir keuntungan yang didapat dari ikan hasil tangkapan, justru tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

Diakuinya, kenaikan harga BBM solar hingga Rp. 2.000 per liter, sangat memberatkan mereka para nelayan. Karena modal yang harus dikeluarkan untuk terjun melaut jadi semakin besar.

Diakuinya, untuk sekali melaut, perahu kecil yang ditumpanginya membutuhkan hingga 40 liter solar. Sementara harga ikan hasil tangkapan tidak naik dan justru cenderung turun.

“Kami bingung dengan kondisi ini. Padahal, satu bulan ke depan merupakan musim paceklik ikan, karena bertepatan dengan musim hujan. Sekarang, buat bertahan hidup terpaksa utang di warung dan bekerja jadi buruh serabutan,” ujarnya. **Baca juga: 2015, Rano Targetkan Gerai Produk UMKM Ada Diseluruh Mall di Banten.

Akbar dan nelayan lainnya di Pantai Tanjung Kait berharap, kenaikan harga BBM juga diikuti dengan kenaikan harga ikan. Hingga kaum nelayan juga bisa bisa hidup lebih layak.(Shy)

Berita Terbaru