oleh

Bawaslu Temukan Ratusan Anak di Acara Kampanye Jokowi-Amin

Kabar6-Meski dilarang ikut pada saat kampanye. Namun, ratusan anak-anak yang tidak seharusnya ikut justru ditemukan ada di dalam area tempat diselenggarakannya kampanye Capres dan dan Cawapres nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Temuan itu mulai dari Alun-alun Serang Barat dan Satadion Maulana Yusug (MY), tempat dipusatkannya kampanye akbar Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Kota Serang, Minggu (24/3/2019).

Anggota Bawaslu Kota Serang, Liah Culiah mengaku, banyak menemukan anak-anak di bawah umur yang ikut dalam Kampanye Capres dan Cawapres nomor urut 1, tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan.

“Tadi yang kita sudah foto. Sudah seratus anak yang kami lihat. Dari mulai alun-alun sudah ada,” katanya.

Temuan bocah di bawah umur dalam kampanye akbar itu, ada yang mengenakan seragam Jokowi-Amin, namun ada juga yang berpakaian bebas.

Padahal, kata dia, sebelumnya juga pihaknya telah menghimbau kepada seluruh pihaknyangbikut terlibat dalam pelaksanaan kampanye agar tidak mengikut sertakan anak-anak pada saat kampanye.

Namun, hal itu nampaknya belum membuahkan hasil sesuai harapan, masih saja ada anak-anak ikut dalam kampanye.**Baca Juga: Zaskia Gotik Goyang, Simpatisan Jokowi-Amin Naik ke Atas Panggung.

Seperti yang terjadi pada saat kampanye akbar pasangan Jokowi-Amin, ratusan anak di bawah umur kedapatan ada sekitar area kampanye, bersama para orangtuanya.

Atas temuan adanya anak-anak pada saat kampanye tersebut itu, nantinya, lanjut Liah, untuk selanjutnya dimasukan ke dalam form A, sebagai bentuk pengawasan dari pihak Bawaslu Kota Serang, untuk selanjutnya dilanjutkan ke Bawaslu Provinsi Banten dan Bawaslu RI.

Meski begitu, lanjut Liah, berdasarkan kacamatanya di lapangan, mulai dari Alun-alun Kota Serang sendiri, pihaknya juga telah melihat upaya dari pihak timses untuk pasangan nomor urut 1, agar anak-anak tidak ikut dilibatkan dalam kampanye Jokowi-Amin.

“Tadi sih memang mulai dari alun-alun sudah di arahkan. Namun, karena antusias masyarakat yang ingin datang, dan langsung banyak, jadi agak sulit untuk mengkoordinirnya,” katanya.(Den)

Berita Terbaru