oleh

Batasi Penggunaan Plastik, Alfamart Tawarkan Tas Ramah Lingkungan

Kabar6-Pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2019 diperkirakan melandai, namun ketidakpastian pasar keuangan sedikit mereda.

Bank Indonesia memperkirakan di tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga berada pada kisaran 5,0-5,4 persen sementara inflasi tetap rendah dan stabil dengan perkiraan sasaran inflasi sebesar 3,5-/+1 persen.

Persepsi konsumen yang semakin baik terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspetasi terhadap kondisi ekonomi ke depan, menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2019.

Sebagai wujud komitmen pengembangan praktik bisnis yang berkelanjutan dan menjadikan Alfamart sebagai gerai komunitas yang kehadirannya dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Perseroan menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR) dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, pengembangan UMKM dan lingkungan hidup.

Perseroan menggunakan plastic ramah lingkungan (100 persen degradable plastic) dan membatasi penggunaannya dengan menawarkan penggunaan tas ramah lingkungan kepada pelanggan.

Terkait ketenagakerjaan, Perseroan membuka kesempatan kerja bagi seluruh masyarakat termasuk para difabel dan sangant memperhatikan kenyamanan karyawan dengan memastikan keamanan lingkungan kerja.

Sesuai dengan visinya, Perseroan berkomitmen untuk turut memberdayakan pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan membuka kesempatan pelaku UMKN memproduksi House Brand/Private Label.

Beberapa penghargaan yang diterima Perseroan atas upaya dan kinerjanya sepanjang tahun 2018 antara lain: TOP Brand 2018 kategori Minimarket, WOW Brand 2018, Indonesia Content Marketing Award 2018.

Brandz Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018, Indonesia Most Innovative Business Award 2018 in Retail Sector, Indoensia Digital Innovation Award 2018 kategori Retail dan Social Media Award 2018 kategori Minimarket.

Sebagai Perusahaan public, pemenuhan prinsip-prinsip tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) yang diimplementasikan melalui best practice pada segala lini senantiasa menjadi komitmen Perseroan.

Hal ini dipenuhi untuk mewujudkan Perseroan yang berintegritas, bertangung jawab dan terpercaya. Tujuan Perseroan untuk terus menguatkan pelaksanaan GCG bermuara pada penguatan operasional di internal Perseroan secara sehat.

Serta pemenuhan seluruh hak-hak pemegang saham dan pemangku kepentingan dalam rangka menciptakan kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Terpisah Presiden Komisaris Perseroan, Feny Djoko Susanto menyatakan bahwa direksi dan jajarannya pada awal tahun 2018 telah membuat perencanaan menetapkan target-target Perseroan dengan memperhitungkan kondisi makro ekonomi, sosial politik dan asumsi bisnis tertentu.

**Baca juga: RUPS, Alfamart Fokus Tingkatkan Layanan & Kenyamanan Berbelanja.

Jajaran manajemen melakukan eksekusi bisnis yang efektif dan signifikan dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal yang memperngaruhi bisnis Perseroan dan Entitas Anak.

Keseluruhan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Direksi di atas dan dengan kerja keras seluruh jajaran manajemen dan Entitas Anak yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018 meningkat 116,5 persen menjadi Rp. 650,14 miliar (2017: Rp. 300,3 miliar).

“Kami percaya bahwa serangkaian penyempurnaan dengan memperketat pengendalian internal dan memperkuat kontrol, menjadikan kerangka kerja tata kelola semakin sesuai dengan tujuannya,” ujar Feny di Kantor Pusat Alfamart, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (16/05/2019). (fit)

Berita Terbaru