oleh

Basarnas Temukan Bocah Tewas Saat Berenang di Sungai Cibanten

Kabar6-Pencarian tiga penyelam berkebangsaan asing belum usai, setelah tujuh hari pencarian kemudian diperpanjang dua kali, masing-masing selama tiga hari.

Kini, Basarnas Banten harus membagi tim dan tenaganya untuk mencari bocah yang tenggelam dan hanyut di Sungai Cibanten, pada Rabu 13 November 2019 kemarin.

Pencarian dilakukan sejak Rabu, 13 November 2019 dan dilanjutkan pagi tadi, Kamis 14 November 2019 sejak pukul 07.30 wib. Beruntung, pagi tadi jenazah korban tersebut berhasil ditemukan dalam posisi telungkup.

“Korban diduga berenang di Sungai Cibanten. Pencarian sudah dilakukan sejak malam tadi dan baru ditemukan siang ini dalam kondisi tidak bernyawa,” kata Komandan Tim (Dantim) Basarnas Banten, Ghandi, ditemui usai melakukan pencarian di Sungai Cibanten, Kamis (14/11/2019).

Korban itu bernama Mahesa, berusia 4,5 tahun. Kala itu, hujan deras disertai angin kencang turun di Kota Serang. Korban yang akan di suapi oleh neneknya, tiba-tiba keluar rumah tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Hingga Rabu sore, tidak diketahui keberadaannya. Hingga sang paman mencarinya di Sungai Cibanten dan hanya ditemukan pakaian yang berada di bantaran sungai.

Awalnya, Basarnas mendapatkan laporan dari BPBD Kota Serang mengenai adanya korban hilang di Sungai Cibanten malam tadi, sekitar pukul 19.30 wib. Kemudian dilakukan pencarian hingga pukul 22.00 wib, namun hasilnya masih nihil.

Pencarian pun dilanjutkan pagi tadi, Kamis 14 November 2019 pukul 07.30 wib dengan menyusuri Sungai Cibanten. Tim di bagi dua regu, regu pertama mengarungi dari arah hulu ke hilir. Kemudian tim kedua sebaliknya, menyusuri dari hilir ke hulu.

“Pencarian menggunakan dua perahu dan dibantu oleh BPBD, PMI, siaga bencana Persis hangga masyarakat setempat. Awalnya kami kita benda mengapung apa di sungai, saat di dekati, ternyata kepala korban. Kemudian kami bawa ke perahu dan di angkut ke daratan,” terangnya.

**Baca juga: Bangun Sport Center Rp 900 Miliar, Banten Gunakan Skema ini.

Pencarian sempat terkendala beberapa faktor, terutama kondisi Sungai Cibanten yang dipenuhi sampah dan berlumpur. Sehingga mesin perahu karet milik Basarnas Bangen dan BPBD Kota Serang, berkali-kali tersangkut sampah.

“Selain berlumpur, juga penuh sampah. Sehingga kami mendayung perahu untuk melanjutkan pencarian. Kami menyusuri Sungai Cibanten dan melakukan pencarian berdasarkan masukan dari warga setempat yang membantu kami juga,” jelasnya.(Dhi)

Berita Terbaru