oleh

Baru 5 Bulan, Target Kunjungan Wisatawan ke Lebak Lampaui Target

Kabar6-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mencatat, target kunjungan wisatawan tahun 2022 sudah melampaui dari target yang ditentukan yakni 300.175 orang.

Belum genap setengah tahun, sebanyak 488.301 wisatawan nusantara dan 149 wisawatan mancanegara mengunjungi Kabupaten Lebak untuk menikmati puluhan destinasi wisata yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Lebak Usep Suparno, mengatakan, libur Lebaran berkontribusi besar pada tercapainya target kunjungan wisatawan. Selama libur Lebaran, sebanyak 219.917 wisawatan dari berbagai daerah di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat serta mancanegara mengunjungi destinasi wisata.

“Tentu jika dibandingkan dengan libur Lebaran tahun kemarin, jumlah ini sangat signifikan. Kunjungan pada libur Lebaran tahun lalu hanya 22 ribu orang wisatawan,” kata Usep, Jumat (13/5/2022).

Usep menerangkan tercapainya target kunjungan serta lonjakan wisawatan selama libur Lebaran tidak lepas dari pelonggaran-pelonggaran pada sektor mobilitas masyarakat oleh pemerintah seiring juga dengan PPKM Lebak yang sudah berada pada level 2.

Tradisi Seba Baduy yang tahun ini digelar dengan peserta lebih banyak dan beberapa acara dalam rangka meramaikannya juga menjadi daya tarik tambah bagi para wisatawan. Usep menyebut, selama 3 hari Festival Saba Baduy digelar mampu menarik tak kurang 7 ribu pengunjung.

“Tingkat keterisian kamar hotel (Okupansi) di wilayah perkotaan Rangkasbitung juga meningkat dalam 3 hari pelaksanaan Festival Seba, termasuk jumlah pendapatan para pelaku Ekraf yang berpartisipasi dalam event tersebut juga tercatat positif,” tutur Usep.

Meski target pada tahun 2022 sudah tercapai, namun masih ada beberapa event salah satunya Festival Sawarna serta momen libur hingga akhir tahun yang akan dioptimalkan oleh pemerintah daerah untuk menarik wisatawan.

“Karena libur Lebaran itu momen puncak, jadi kami memperkirakan tambahan wisatawan yang akan datang ke destinasi di sisa setengah tahun ini sekitar 25-30 persen,” ucapnya.

Kepala Disbudpar Lebak Imam Rismahayadin menyampaikan, dari hasil monitoring yang dilakukan, ada beberapa hal yang harus jadi perhatian para pengelola destinasi wisata. Salah satu nya persiapan yang matang, mulai dari personel, lalu efektivitas dan efisiensi biaya yang juga harus diperhatikan.

“Harapan kita tentu kunjungan semakin banyak. Kemudian banyak munculnya destinasi baru, karena ini akan jadi simbol bahwa visi pariwisata dilaksanakan oleh banyak komponen di masyarakat, dan ini sudah kita lihat dari tahun 2019 mulai banyak destinasi baru yang muncul,” kata Imam.

**Baca juga: 2 Rumah Hancur akibat Hujan Disertai Angin Kencang di Cimangpang Lebak

Kemudian dari sisi investasi, Disbudpar Lebak juga berharap dapat mendongkrak sektor pariwisata supaya lebih maju.

“Ini juga harus dibarengi dengan kesiapan SDM agar tidak tertinggal oleh investasi yang datang. Bagaimana dari sisi pelayanan, kemudian tata kelola manajemen dan penerimaan wisatawan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pengelola destinasi harus lebih optimal,” kata dia.(Nda)