oleh

Banyak Patok Sawah Hilang Terendam Lumpur, BPN Banten Cuma Nunggu

Kabar6-Pasca kejadian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daearah di Provinsi Banten kemarin, banyak menghilangkan patok lahan milik warga karena banyak yang terendam lumpur.

Sedikitnya ada 500 hektare sawah warga yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor kemarin, berikut saluran irigasi persawahab warga, banyak terendam lumpur.

Membuat petani kebingungan, akibat lahan sawahnya hilang karena tertutup lumpur.

Tidak jarang ada saja petani perpaksa harus mencari-cari tahu letak keberadaan sawahnya masing-masing, sebelumnkejadian banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Banten kemarin, sebelum nantinya ditanami kembali.

Kakanwil BPN Provinsi Banten yang baru, Andi Tanri Abeng mengaku, sampai saat ini pihaknya masih menunggu proses pendataan lahan sawah warga yang hilang akibat terkena dampak banjir dan tanah longsor kemarin.

Menurutnya, penataan baru bisa dilakukan setelah ada pengajuan yang masuk ke pihak BPN agar nantinya pemetaan daerah-daerah yang terdampak bisa disusun kembali.

Pihaknya tidak menampik, pemetaan lahan yang belum disertifikatkan akan menghambat proses pemulihan daerah yang terdampak, karena belum tercacat di BPN.

“Kalau sudah pernah terpetakan, masuk ke peta pendaftaran kita (BPN), kita akan mudah untuk pengembalian batasnya. Tapi kalau belum pernah terdaftar, ya tidak bisa, karena di Lebak itu, 200 ribu lebih bidang belum terdaftar. Termasuk AJB (akta jual beli) juga belum terdaftar,” terang Andi, kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat di Banten untuk segera masuk kedalam program PTSL, hal itu bertujuan untuk keamanan aset milik warga.

Pihaknya menyangkal, jika ada warga yang belum tahu program PTSL di Banten, karena menurutnya, pihaknya telah bekerja keras dalam mensosialisasikan progran PTSL di Banten kepada masyarakat agar bisa diketahui hingga kepelok desa.

“Kita sudah panggilin, sosialisasikan yang ada Program PTSL, dan sekarang sudah mulai,” katanya.

Pada sisi lain, pihaknya mengaku telah membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang mengalami sertifikatnya rusak dan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Banten kemarin.

**Baca juga: Pemuda Tewas Tergantung Tali Hebohkan Pasar Induk Rau Serang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa mengkhawatirkan, pasca kejadian banjir bandang dan tanah longsor di Banten kemarin, akan berpengaruh oara perekonomian warga, khususnya para petani, karena lahan sawahnya belum bisa difungsikan kembali akibat terendam lumpur, dan berakibat hilangnya batas-batas mepemilikan sawah warga.

“Jangan sampai setelah pulang dari tempat pengungsian, warga kembali dibingungkan dengan persoalan lain karena tempat usahanya hilang. Ini juga harus cepat diselesaikan,” kata pria berkacamata tersebut.(Den)