oleh

Banten Butuh Rp 2,1 Triliun Perbulan Untuk Anggaran Terdampak Covid-19

Kabar6-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Adi Wiryana mengatakan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun setiap bulannya untuk warga terdampak Covid-19.

Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh pihak BPS Banten yaitu 40 persen warga banten yang terkena dampak covid-19 dan masuk kedalam kategori berpenghasilan rendah.

“Sebenarnya hitungan kita lebih, ada 40 persen penduduk berpenghasilan rendah. Hitung-hitungan kita sekitar Rp 2,1 triliun per bulan,” terang Adi, kepada Kabar6.com, Selasa (14/4/2020).

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, sebanyak 670 ribu kepala keluarga (KK) akan mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akibat dampak covid-19.

Dimana, proses pencairanya nanti akan diberikan langsung kepada penerima melalui rekening.

Lanjut Adi, atas kondisi tersebut pihaknya memperkirakan bagi warga yang belum tercover APBD Provinsi Banten, kemungkinan nantinya akan ditanggung oleh APBD Kabupaten/ kota, dari realokasi Dana Desa yang bersumber dari APBN, dan dari bantuan pemerintah pusat.

“670 ribu mungkin hanya kota saja, sebab yang desa menggunakan dana desa,” katanya.

Meski begitu, Adi belum bisa menyebutkan, berapa total keseluruhan masyarakat Banten yang terdampak covid-19, mana-mana yang akan ditanggung APBD Kabupaten-kota, pemerintah pusat dan mana-mana saja masyarakat lainnya yang akan ditanggung dari dana Desa yang bersumber dari APBN.

“Berapa pastinya, sebaiknya ke Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah),” tandasnya.

**Baca juga: Polda Banten Beri Bantuan Warga Terdampak Covid-19 di Kota Serang.

Lebih jauh Adi mengatakan, pihaknya mengaku tidak dilibatkan sampai pada urusan pendataan kepada masyarakat Banten hingga ke ringkat paling bawah pasca kejadin covid-19 ini.

“Rencana pak Gubernur melalui Dinsos, bertahap melalui Bupati/walikota hingga RT. BPS tdk dilibatkan, kami cuma diminta bantuan hitung-hitungan makronya saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos Banten, Irma Mulyasari belum bisa dimintai keterqngannya, dihubungi melalui HP nya belum diangkat.(Den)

Berita Terbaru