oleh

Banjir Banten, 2.727 Dokumen Kependudukan Hilang

Kabar6–Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten mencatat sebanyak 2.727 masyarakat mengajukan penggantian dokuman administrasi kependudukan (adminduk).

Mayoritas merupakan masyarakat yang terdampak banjir yang melanda lima kabupaten/kota di awal tahun 2020 lalu.

Berdasarkan data DP3AKKB Banten, Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang paling tinggi permohonan Adminduk sebesar 1.095 pemohon yang terdiri dari 644 pemohon adminduk kartu keluarga (KK), KTP el 236, akta kelahiran 142 dan Kartu Induk Anak (KIA) sebanyak 73. Di posisi kedua ada Kabupeten Lebak dengan total pemohon sebanyak 1.058 dengan rincian KTP el sebanyak 98, KK sebanyak 868, akta kelahiran 85 dan akte kematian 6.

Kota Tangerang dengan total pemohon mencapai 522, yang terdiri dari KTP el sebanyak 228, KK sebanyak 232, akta kelahiran sebanyak 55, KIA sebanyak 5 dan akta perkawinan 2. Selanjutnya Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebanyak 52 pemohon yang terdiri dari pemohon KTP el 20, KK 17, Akta Kelahiran 11, KIA 0 dan Akta Kematian 4. Sementara untuk Kabupaten Serang masih nihil.

Kepala Dinas DP3AKKB Banten, Siti Ma’ani Nina mengatakan, angka itu masih bisa berubah, mengingat pendataan yang dilakukan sejak tanggal 4-14 Januari 2020.
“Ini data sementara per-14 Januari 2020. Hingga kini tim kami masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan,” kata Nina, Rabu (15/1/2020).

Selain menerjunkan tim ke lokasi terdampak bencana dalam pelayanan administrasi kependudukan, DP3AKKB bersama Dukcapil kabupaten/kota juga menyediakan posko layanan Dukcapil. “Di posko ini, pendataan layanan kependudukan dilakukan,” ujarnya.

Nina menegaskan, pelayanan adminduk akan terus dilakukan bagi korban yang terdampak banjir dan tanah longosor, meski status tanggap darurat sudah berakhir pada, Selasa (14/1/2020). “Kita sebenarnya fullnya itu di pasca (tanggap darurat). Tapi kan kemarin diintruksikan juga jadi sekalin evakuasi sekalian nge data,” katanya.

**Baca juga: Hiswana Migas Banten: Juli Harga LPG 3 Kilogram Naik.

Selain itu, lanjut Nina, kegiatan perlindungan perempuan dan anak juga dilakukan di lokasi bencana, dengan cara membentuk posco ramah perempuan dan anak yang dilakukan di Lebak. Di dalam posco itu dilakukan berbagai kegiatan seperti pengaduan, layanan dukungan, psikososial, pemberdayaan.

“Begitu juga di kab/kota yang lainnya yang menjadi terdampak bencana,” ujarnya.(Den)

Berita Terbaru