oleh

Bahaya untuk Keamanan Nasional, Tentara Amerika dan Keluarganya Dilarang Gunakan TikTok

Kabar6-Kepala Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (AS), Brenda Carr, mengirimkan surat kepada anggota parlemen AS, dan berharap agar anggota parlemen bisa mengeluarkan kebijakan resmi berupa larangan tentara AS berikut anggota keluarganya menggunakan aplikasi buatan perusahaan Tiongkok, ByteDance.

Bukan tanpa alasan, melansir Nytimes, pelarangan tentara AS dan keluarganya menggunakan TikTok di ponsel kesayangan mereka karena bisa jadi digunakan alat mata-mata oleh Tiongkok. Bahkan, penggunaan TikTok oleh tentara Amerika Serikat dan anggota keluarganya dikhawatirkan akan berbahaya bagi keamanan nasional.

“TikTok adalah perangkat yang ada tepat di saku Anda. Aplikasi itu bisa dengan mudah masuk ke dalam instalasi militer, melihat data lokasi, bahkan dapat memberi informasi kepada orang-orang tentang pergerakan pasukan,” demikian tulis Carr dalam suratnya.

Carr meyakini, data yang direkam TikTok bisa mengalir hingga ke pusat jantung pemerintahan Tionkok, Beijing. “Ada berbagai cara agar data sensitif yang kembali ke Beijing dengan menggunakan kecerdasan buatan yang canggih pada akhirnya dapat digunakan untuk membahayakan keamanan nasional AS,” ungkap Carr.

Menurut Carr, Tiongkok telah berulang kali mengakses data pengguna Amerika dan informasi apa pun yang diunggah orang Amerika. Hal itu bahkan bisa dilakukan melalui aplikasi yang sangat popular saat ini, TikTok.

“Aliran data sensitif non-publik ini ke Tiongkok sangat meresahkan mengingat rekam jejak Republik Rakyat Tiongkok terlibat dalam spionase dan tindakan jahat lainnya,” papar Carr dalam suratnya.

Sekali lagi Carr mengingatkan, aplikasi tersebut telah berfungsi sebagai alat pengawasan canggih untuk pemerintah Tiongkok. ** Baca juga: Lewat Hitungan Matematika, Pasutri Lansia di AS Telah 10 Kali Menang Lotre dengan Total Lebih dari Rp390 Miliar

Menurut Carr, Tiongkok telah mengumpulkan sejumlah besar data sensitif dari riwayat pencarian dan penelusuran, pola penekanan tombol, data lokasi, dan biometrik termasuk sidik wajah dan cetakan suara. “Semua kekhawatiran dengan TikTok meningkat dalam konteks militer,” demikian peringatan dari Carr.

Namun Tiongkok membantah keras dugaan Carr. Mereka bahkan siap bekerja sama dengan anggota parlemen AS untuk membuktikan bahwa klaim mata-mata dan pengambilan data adalah informasi menyesatkan.

“Seperti banyak perusahaan global, TikTok memiliki tim teknik di seluruh dunia. Kami menggunakan kontrol akses seperti enkripsi dan pemantauan keamanan untuk mengamankan data pengguna, dan proses persetujuan akses diawasi oleh tim keamanan kami yang berbasis di AS,” jelas ByteDance dalam pernyataan tanggapannya.(ilj/bbs)