oleh

Bahaya…! Tandon Ciater Jadi “Kolam Renang” Bocah

Sejumlah bocah tampak berenang di Tandon Ciater.(fbi)

Kabar6-Bak atlet perenang, itulah yang terlihat dari aksi belasan bocah yang dengan lihai menggerakan tangan dan kakinya saat berenang di tandon ciater, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Para bocah itu tampak begitu gembira berenang di tepian tandon. Padahal, bahaya bisa datang kapan saja, seperti jebolnya pembatas tandon atau faktor lainnya.

Angga, seorang bocah yang ditemui usai berenang di tandon tersebut mengatakan, dirinya sudah sering berenang dilokasi itu. “Saya sudah sering mas, berenang disini,” ujar bocah kelas 3 Sekolah Dasar itu lagi.

Ia bahkan mengaku tidak takut berenang di tandon itu, dengan dalih hanya berenangnya di pinggiran. “Kita kan cuma di pinggiran, gak sampai ke tengah-tengah,” ujarnya.

Hal berbeda justru dilontarkan Ayib, bocah lainnya yang merupakan teman sepermainan Angga. Bocah itu mengaku, berenang di tandon ciater merupakan pengalaman pertamanya.

“Saya diajak teman mas, berenang disini, jadi ya ngikut aja,” cetus bocah yang belum duduk dibangku sekolah dasar ini.

Pantauan kabar6.com, disekitar tandon Ciater memang ada beberapa pemuda yang berjaga-jaga. Namun, peran mereka tidak efektif. Pasalnya, ada saja para pedagang yang masuk ke area dalam tandon dengan membawa sepeda motor. **Baca juga: Dana Perimbangan Banten ke Tangsel Menyusut Drastis.

Sementara itu, ada juga seorang pemuda yang berjaga di depan pintu gerbang. Pria itu tampak hanya meminta uang, saat para pengunjung keluar dari area dalam tandon. **Baca juga: Polres Tangsel Gelar Kampanye Anti Narkoba di Karaoke Diva.

Diketahui, tandon dengan luas 3 hektar itu sanggup menampung 120 ribu meter kubik air. Sedangkan fungsi utama Tandon Ciater ini adalah sebagai over flow Sungai Ciater pada saat puncak banjir. **Baca juga: Korban Yakin Senjata Perampok Pistol Replika Korek.

Selain itu, nantinya akan dijadikan pula sebagai destinasi (tujuan) wisata baru di Kota Tangerang Selatan.(fbi/cep)

Berita Terbaru