oleh

Bahaya Bagi Kesehatan, Zambia Diminta Larang Impor dan Penjualan Celana Dalam Bekas

Kabar6-Oleh sebuah organisasi nirlaba di Zambia, pemerintah diminta untuk memberikan larangan impor dan penjualan pakaian dalam bekas. Nelson Banda, koordinator nasional Jaringan Pria Nasional untuk Gender dan Pembangunan Zambia, mengatakan bahwa pakaian yang populer di kalangan pria dan wanita itu berbahaya bagi kesehatan.

Meskipun penjualan pakaian dalam bekas telah dilarang pada 2017 lalu, melansir Dailysun, pejabat tidak pernah menerapkannya. Impor dan penjualan pakaian tersebut terus berlanjut, terutama di ibu kota, Lusaka. ** Baca juga: Keterlaluan! Demi Terkenal di Medsos, Seorang Dokter di Brasil Tawarkan Obat COVID-19 Palsu

Banda mengatakan, pakaian dalam bekas berpotensi menularkan penyakit seperti tifus dan infeksi menular seksual. “Orang Zambia tidak boleh dikenakan pakaian dalam bekas yang telah dibuang di negara lain karena mereka layak mendapatkan pakaian yang layak,” serunya.

Dia meminta pihak berwenang untuk melindungi Zambia dan membantu produsen lokal membuat pakaian dalam murah. Perdagangan pakaian bekas, yang secara lokal dikenal sebagai ‘salaula’ adalah sumber mata pencaharian bagi banyak orang Zambia yang menganggur.(ilj/bbs)

Berita Terbaru