oleh

Bagaimana Hubungan Antara Tidur dan Makanan Tinggi Gula?

Kabar6-Selain membuat berat badan lebih stabil, mengatur pola makan rendah gula juga dianjurkan karena baik bagi kesehatan, sekaligus membuat kualitas tidur lebih baik.

Menurut seorang psikolog klinis dan penulis buku Beauty Sleep bernama Michael J. Breus, Ph.D., DABSM, melansir Femina, pasiennya yang menjalani diet rendah gula mengaku lebih mudah tidur, lebih sedikit terbangun saat tidur, dan merasa lebih segar berenergi ketika bangun pagi.

Ditemukan perbedaan signifikan dalam berbagai riset, antara mereka yang makan dan minum apa saja, dengan yang mengendalikan pola makan melalui pembatasan asupan gula, lemak, dan mengonsumsi cukup.

Mereka yang makannya tidak terjaga, lebih sebentar berada dalam fase deep sleep, tahap yang penting bagi tubuh untuk melakukan perbaikan sel, menjaga metabolisme tubuh, dan menguatkan daya tahan tubuh. Selain itu, mereka yang banyak mengonsumsi makanan dan minuman bergula, lebih sulit tidur dan sering terbangun saat tidur.

Makanan dan minuman manis seperti cokelat atau minuman kopi susu boba juga mengandung kafein. Kombinasi kafein dan gula membuat tidur Anda makin tak berkualitas. Kualitas tidur yang buruk juga berhubungan dengan dorongan untuk mengemil tinggi dan diabetes.

Nah, kondisi itu mendorong Anda untuk mengonsumsi makanan tinggi gula di malam hari, yang pada akhirnya membuat sulit tidur. Akibat kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk, produksi dopamin di otak yang memberi rasa senang tertekan, sehingga dorongan untuk mengemil makanan tinggi gula makin kuat. Jika terus terjadi, ini membuat produksi insulin pun terganggu.

Meski Anda tak bermaksud menurunkan berat badan, konsumsi makanan sehat seperti makanan segar, rendah gula dan lemah, serta tinggi serat, akan membuat tidur Anda lebih nyenyak. ** Baca juga: Agar Aman, Ikuti Cara Bermedia Sosial yang Tepat

Hal yang perlu diperhatikan, beberapa diet populer justru bisa membuat kualitas tidur memburuk. Karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli gizi serta psikolog sebelum mulai diet.(ilj/bbs)

Berita Terbaru