oleh

Bagaimana Hubungan Antara Penumpukkan Lemak Perut dan Gangguan Kesehatan?

Kabar6-Banyak orang mengalami kelebihan berat badan pada bagian tengah tubuh mereka, yaitu perut. Padahal, lemak perut adalah tanda dari risiko sejumlah penyakit. Mulai dari penyakit jantung hingga diabetes tipe 2.

Di sisi lain, lemak perut cukup sulit dihilangkan. Bahkan dengan diet dan olahraga, perut seringkali menjadi area tubuh terakhir yang bisa dikecilkan.

Lemak umumnya berada tepat di bawah kulit Anda. Lemak lainnya berada di bagian lebih dalam, di sekitar jantung, paru-paru, hati, dan organ lainnya. Lemak yang lebih dalam ini juga disebut lemak visceral, yang mungkin menjadi masalah besar, bahkan bagi orang kurus.

Bagaimana sebenarnya hubungan antara lemak di perut dan gangguan kesehatan? Melansir Healthmeup, berikut penjelasannya:

1. Hubungan antara penumpukkan lemak pada perut (lemak visceral) dengan penyakit jantung
Lemak visceral merupakan jenis lemak yang menyebabkan terjadinya peradangan di dalam tubuh, yang ternyata juga berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung. Gaya hidup aktif dan diet sehat dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.

2. Hubungan antara lemak visceral dengan kanker
Karena lemak visceral menyebabkan terjadinya berbagai proses peradangan di dalam tubuh, maka lemak ini pun berhubungan dengan terjadinya kanker, terutama kanker usus besar.

Lemak visceral mengandung suatu sel imunitas, yaitu mikrofag, yang memproduksi suatu hormon, yaitu hormon sitokin, yang dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Hormon ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan produksi radikal bebas serta dapat mengganggu fungsi insulin. Kadar insulin yang tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya lemak visceral adalah:
1. Menurunkan berat badan dengan cara sehat
2. Kurangi stres dengan melakukan meditasi dan latihan pernapasan
3. Konsumsi banyak air putih untuk mengeluarkan garam dari dalam jaringan tubuh, sehingga mengurangi perut kembung dan membuat tubuh terasa lebih ringan

Jangan lupa untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung zat anti inflamasi (anti radang) seperti oat, gandum, beras cokelat, sayuran hijau, buah, teh hijau, kacang-kacangan, dan ikan. ** Baca juga: Jangan Salah Pilih, 5 Jenis Makanan Ini Picu Asam Lambung Naik

Hindari juga berlebihan mengonsumsi makanan yang digoreng. (ilj/bbs)

Berita Terbaru