oleh

Awasi Distribusi Elpiji 3 Kg, DPRD Lebak Minta Pertamina Terbuka

Kabar6-Pengawasan terhadap Elpiji 3 kg, terutama pada saat waktu-waktu tertentu di mana tingkat konsumsi meningkat, sangat penting dilakukan.

Hal tersebut untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan serta harga Si Melon, terutama selama bulan Ramadan.

Sayangnya menurut anggota Komisi DPRD Lebak Abdul Rohman, pengawasan terhadap distribusi Elpiji menjadi sulit dilakukan karena tidak ada laporan berapa kuota yang diberikan Pertamina maupun penambahan jika terjadi kekurangan.

“Pertamina tidak pernah menyampaikan kepada kami berapa kuota per bulan atau per tahun, dan jika ada penambahan berapa tabung yang ditambah, itu kami tidak pernah mendapat tembusan. Ini yang jadi sulit untuk diawasi,” kata Abdul Rohman kepada Kabar6.com, Jumat (9/4/2021).

Termasuk, kata dia, berapa jumlah agen dan pangkalan di Lebak. Tidak adanya data dari Pertamina, membuat DPRD pun sulit melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap agen maupun pangkalan.

“Informasinya sudah ada 12 agen, tapi ini kan harus dievaluasi juga bagaimana mereka melaksanakan pendistribusian dan harga. Karena tidak menutup kemungkinan banyak hal yang berkaitan dengan kewajiban pendistribusian justru dimonopoli. Kami minta Pertamina terbuka menyampaikan data-data itu juga ke kami sebagai bahan kami melakukan pengawasan,” terang pria yang akrab disapa Komenk ini.

**Baca juga: PKS Lebak Ingatkan Pemerintah Jaga Pasokan Elpiji 3 Kg Selama Ramadan

Sebenarnya sambung dia, kelangkaan bisa diantisipasi jika sudah benar-benar dihitung berapa kebutuhan maupun peningkatan konsumsi Elpiji 3 kg, contohnya saat bulan Ramadan.

“Kalaupun ini akan terjadi kelangkaan, Pertamina harusnya menyampaikan kepada publik apa penyebabnya,” katanya.(Nda)

Berita Terbaru