oleh

Awal 2015 Jembatan Ciater Dijanjikan Beroperasi

Kabar6-Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku progres pembangunan jembatan di Jalan Raya Ciater, Kecamatan Serpong, sudah menunjukan trend positif.

Kalkulasinya tertera dalam salinan draft kontrak kerja proyek senilai Rp 7,8 miliar, yang masa waktu pengerjaannya hanya tiga bulan lebih.

Demikian disampaikan Kepala DBMSDA Kota Tangsel, Retno Prawati kepada wartawan di kawasan Serpong, Rabu (11/12/2014). “Kalau kondisi cuaca terus mendukung kita perkirakan tanggal 22 Desember besok sudah rampung,” klaimnya.

Menurutnya, prediksi ini mengacu pada ketetapan waktu masa kerja selama 100 hari. Sedangkan kemungkinan terburuknya, proyek pembangunan jembatan Ciater baru bisa diselesaikan mundur sepekan dari kesepakatan waktu semula.

Retno bilang, tetapi estimasi waktu di atas pun sudah cukup relevan bila melihat kondisi di lapangan yang ada saat ini. Sebab, metode yang dipilih selama pengerjaan jembatan yang dilintasi aliran Kali Angke itu tak manual.

Alhasil, sempitnya masa waktu kontrak kerja yang lebih pendek tak jadi kendala serius. Sehingga ada akhir tahun ini sudah mampu diselesaikan dari analisa proyeksi proses pembangunan yang telah mencapai 80 persen.

“Kami optimis awal tahun 2015 besok jembatan Ciater sudah bisa digunakan,” terang Retno dengan intonasi bernada penuh percaya diri.

Keyakinan ini, tambahnya, tentu saja bukan tanpa alasan. Retno bilang, karena dalam teknik pengerjaannya bisa lebih menghemat waktu. Alhasil, pihak kontraktor yang memilih pakai beton precast untuk jembatan jadi tak perlu lagi melakukan teknik pengecoran.

Lantaran kini batangan atau lembaran beton precast sudah banyak tersedia di pasaran. Meskipun harus lebih dulu dipesan sebelum waktu pengerjaan dilaksanakan. Pun soal kualitas dari beton precast yang merupakan asal pabrikan pemegang lisensi. **Baca juga: Duh, Warga Rawa Mekar Jaya Nyaris Bacok Kontraktor.

“Jadi pengerjaan jembatan bisa lebih cepat. Karena menggunakan precast itu tinggal templok (pasang) saja pakai alat berat, Dan konstruksinya pun lebih kuat,” tambah Retno.(yud)

Berita Terbaru