oleh

ARBI Sangsikan Hasil Survei Demokrat di Banten

Kabar6-Dewan Pimpinan Pusat Arus Baru Indonesia (DPP ARBI) sanksikan hasil survei yang dilakukan oleh Partai Demokrat Banten, yang menyebutkan hasil perolehan suara untuk pasangan Capres dan Cawapres dari pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiga Uno lebih unggul dari Capres dan Cawapres dengan nomor urur 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Provinsi Banten.

ARBI menilai hasil survei yang dikeluarkan oleh Partai Demokrat bahwa Capres dan Cawaprer pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiga Uno lebih unggul dari Capres dan Cawapres dengan nomor urur 1, Joko Widodo- Maruf Amin di Provinsi Banten, itu belum tentu benar, karena dikeluarkan oleh pihak dari pendukung Capres dan Cawapres nomor 2 sendiri, bukan oleh pihak independen.

Seperti dikatakan Ketua DPP ARBI, Lukmanul Hakim, usai menggelar konfrensi pers di Hotel Ledian, Kota Serang, Jumat (22/3). Menurut Lukmanul, hasil survei porolehan suara yang dikeluarkan oleh Partai Demokrat beberapa waktu lalu itu, belum tentu betul kebenarannya.

Menurutnya, wajar saja jika jika hasil survei yang dikeluarkan, perolehan suara untuk pasangan Capres dan Cawapres nomor 2 lebih tinggi dibandingkan dari pasangan lainnya, hal itu dimarenakan dilakukan oleh Partai pendukung Capres dan Cawapres nomor 2 itu sendiri. Bukan oleh pihak independen yang bersifat netral.

“Wajar saja, karena dilakukan oleh pendukungnya. Kita (pendukung Capres dan Capres untuk pasangan nomor urut 1-red) juga, bisa melakukannya,” katanya.

Sebelumbya, Demikrat Banten memgeluarkan hasil survei internal. Dimana, perolehan suara untuk pasangan Jokowi-Maruf Amin hanya meraih 23,4 persen dari total suara di Banyen, sedangkan untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mencapai 34,5 persen. Sedangkan 40 persen lainnya diperkirakan golput.**Baca juga: Partai Berkarya Ajak Difabel Berwirausaha dan Mandiri.

Hasil survei yang dikeluarkan oleh Demokrat Banten itu dengan melibatkan 2.500 responden dengan bekerjasama Voxpol Centre sebagai pelaksananya, dengan margin of error dua persen dan menggunakan metode multistage random.(Den)

Berita Terbaru