oleh

Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kekurangan Lemak?

Kabar6-Lemak adalah salah satu zat gizi makro yang memiliki banyak fungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Seperti halnya berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, lemak adalah zat gizi yang harus ada di setiap makanan yang kita konsumsi.

Terdapat berbagai jenis lemak yang masing-masing menimbulkan dampak tersendiri bagi kesehatan. Untuk lemak yang bersifat jahat (LDL) seperti lemak jenuh, jika terlalu banyak dikonsumsi memang menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan diabetes mellitus. Tetapi, juga ada lemak yang bersifat baik (HDL) dan bermanfaat untuk kesehatan, yaitu lemak tidak jenuh tunggal dan ganda.

Saat menerapkan diet rendah lemak, apakah akan menurunkan kadar lemak di dalam tubuh Anda? Jawabannya adalah bisa jadi. Tetapi hal tersebut tidak membuat tubuh Anda terbebas dari lemak, karena sebenarnya lemak ada di hampir semua sumber makanan, kecuali pada sayur dan buah-buahan.

Jadi ketika Anda tidak mengonsumsi sumber lemak seperti margarin, tetapi mengonsumsi sumber karbohidrat dan protein, maka lemak tetap akan ada di dalam tubuh, dan Anda tidak mungkin untuk menghindari lemak sepenuhnya.

Apa akibatnya jika tubuh kekurangan lemak? Melansir Hellosehat, jika di dalam tubuh terdapat protein serta karbohidrat yang berlebihan, tubuh akan secara alami menyimpan dan mengubahnya menjadi lemak. Tetapi kekurangan lemak bisa saja terjadi, terlebih kekurangan lemak baik (HDL) di dalam tubuh. Ini yang terjadi saat tubuh kekurangan lemak:

1. Depresi
Asupan lemak yang kurang bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi. Hal ini berkaitan dengan fungsi lemak yang berperan dalam sintesis hormon dan neurotransmitter, salah satunya adalah serotonin.

Diketahui, serotonin adalah sebuah zat di dalam sistem saraf yang disebut neurotransmitter yang berperan untuk memunculkan perasaan tenang dan damai, sehingga jika Anda kekurangan lemak di dalam makanan yang dikonsumsi, maka berisiko untuk mengalami depresi dan berbagai gangguan kesehatan mental lainnya.

2. Berisiko mengalami kekurangan berbagai vitamin
Lemak berperan penting dalam metabolisme serta penyerapan vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, K. Vitamin-vitamin tersebut memerlukan lemak di dalam tubuh untuk bisa diserap.

Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Colorado State University, memang kondisi kekurangan vitamin larut lemak jarang ditemukan, tetapi bukan tidak mungkin.

Jika hal ini terjadi maka fungsi tubuh akan terganggu dan muncul berbagai masalah pada kesehatan. Contohnya saja masalah pada kulit menjadi kering, terlihat pucat, dan kusam, karena vitamin E yang baik untuk kulit jumlahnya kurang di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, mungkin akan muncul gangguan pada tulang sebab berkaitan dengan kekurangan vitamin D dan vitamin K, masalah pada penglihatan yang berhubungan dengan kurangnya vitamin A.

3. Sering merasa kedinginan
Salah satu fungsi lemak adalah menjaga suhu tubuh agar selalu normal. Setiap orang memiliki lemak subkutan yaitu lemak yang berada di bawah lapisan kulit. Lemak jenis ini yang menjaga tubuh dari dinginnya udara luar.

Tidak hanya itu, lemak-lemak tersebut akan menghasilkan panas agar tubuh tidak kedinginan. Jadi, orang yang bertubuh kurus lebih sering merasa kedinginan atau sensitif akan suhu lingkungan yang rendah.

4. Mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah
Lemak terbagi menjadi dua jenis berdasarkan sifat dan dampaknya bagi tubuh, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik adalah high density lipoprotein (HDL) yang berfungsi untuk memungut sisa-sisa lemak yang menumpuk di pembuluh darah dan kemudian di bawa ke hati, yaitu tempat metabolisme lemak dalam tubuh.

Ketika Anda menerapkan diet rendah lemak, maka jumlah HDL (lemak baik) di dalam tubuh berkurang. Padahal, HDL baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kekurangan jenis lemak ini akan menimbulkan beberapa masalah pada jantung.

5. Merasa cepat lapar dan sering lapar
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan sumber lemak yang sesuai dengan kebutuhan dapat menahan rasa lapar lebih lama dan membantu mengatur nafsu makan.

Lemak tidak jenuh ganda dan tunggal dianggap sebagai sumber lemak yang baik dan efektif untuk menahan rasa lapar. American Heart Association menganjurkan untuk mengonsumsi lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda, seperti alpukat, minyak zaitun, berbagai jenis ikan.

Berapa banyak lemak yang seharusnya dikonsumsi dalam sehari? Pada orang yang normal dan dalam kondisi yang sehat, proporsi lemak dalam satu hari yaitu antara 20-25 persen dari total kalori. Hal ini tentu saja juga tergantung dengan usia, kondisi tubuh, serta jumlah lemak total yang ada di dalam tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadarnya. ** Baca juga: Jaga Stamina Meski Tidak Sempat Sahur

Selain itu, komposisi dari jenis lemak yang harus diperhatikan, lebih baik mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda, karena akan meningkatkan kadar HDL di dalam tubuh. Sedangkan konsumsi lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10 persen dari total asupan lemak dalam satu hari.(ilj/bbs)

Berita Terbaru