oleh

Apa Sih Perbedaan Antara Rasa Malu dengan Fobia Sosial?

Kabar6-Rasa malu adalah sifat yang dimiliki setiap manusia. Selain itu, ternyata ada orang yang takut ketika harus berinteraksi dengan orang lain. Nah, orang-orang seperti itu cenderung memiliki sensasi yang mengkhawatirkan ketika mereka dihadapkan dengan interaksi sosial.

Kondisi tersebut dinamakan kecemasan sosial atau fobia sosial, yaitu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan, ketidaknyamanan, kecemasan, dan kesadaran diri dalam lingkungan sosial. Bagi orang dengan fobia sosial, interaksi sehari-hari memicu rasa takut dan malu yang signifikan oleh pemikiran penilaian orang lain terhadap mereka.

Mereka tidak merasakan rasa malu hanya dalam interaksi sehari-hari, tetapi menderita dari mata orang lain dan tidak bisa berhenti merasakannya dengan cara apapun. Orang dengan gangguan kecemasan sosial (SAD) mengalami ketakutan yang tak tertahankan terhadap kinerja sosial yang terkait dengan perasaan malu, ditolak, atau bahkan diteliti dengan cermat.

Bagaimana mengetahui perbedaan malu dan SAD? Melansir Sindonews, ciri-ciri keduanya sering tumpang tindih satu sama lain, namun keduanya adalah dua elemen yang sangat berbeda. Meskipun SAD sering dipahami sebagai rasa malu yang ekstrem, hal ini benar-benar sisi yang berbeda. Perbedaan antara rasa malu dan kecemasan sosial terletak pada gejala fisik kegugupan dan perasaan tertekan.

Orang yang pemalu gejalanya tidak cukup parah untuk menyebabkan kesusahan, misalnya ketika mereka diminta untuk berpidato, mereka akan gemetar. Tetapi untuk orang dengan SAD, mereka akan menderita selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum dan sesudah pidato.

Mereka akan menganalisis hal-hal secara berlebihan dan menilai diri sendiri dengan keras. Gejala SAD sering terlihat selama masa kanak-kanak. Namun, banyak orang meremehkan tanda-tanda dan membiarkannya tidak terdiagnosis. ** Baca juga: Bagaimana Fakta Seputar Teh & Berat Badan?

Jika ada dari gejala-gejala itu yang Anda kenal, maka disarankan untuk mencari perawatan profesional. Melalui berbagai jenis terapi, Anda dapat memperoleh kembali kepercayaan diri dan berinvestasi lebih banyak pada diri sendiri karena kesehatan mental adalah kunci menuju kebahagiaan diri sendiri.(ilj/bbs)

Berita Terbaru