oleh

Apa Sebab Rute Pesawat Menghindari Lewat Samudra Pasifik dan Gunung Everest?

Kabar6-Mungkin banyak orang yang belum mengetahui kalau sebagian besar maskapai penerbangan komersial tidak terbang secara langsung melintasi Samudra Pasifik dan lewat atas Gunung Everest.

Jika dilihat dari peta, untuk menuju Asia dari Amerika Serikat maupun sebaliknya, akan lebih singkat jika ditarik langsung melewati atas Samudra Pasifik. Namun mengapa kebanyakan pesawat terbang tidak membuat rute langsung melintasi atas Samudra Pasifik? Sebaliknya, mereka justru memilih rute ‘melengkung’ yang mencakup daratan.

Menurut Monroe Aerospace, melansir Hitekno, alasan utama pesawat tidak terbang di atas Samudra Pasifik adalah karena rute melengkung lebih pendek daripada rute lurus. Rute lurus tidak menawarkan jarak terpendek antara dua lokasi. Baik maskapai komersial yang terbang dari Amerika Serikat ke Asia atau tempat lain, itu akan memiliki penerbangan tercepat dan paling hemat bahan bakar dengan melakukan penerbangan melengkung.

Selain itu, rute melengkung yang menghubungkan Amerika Serikat ke Asia dan sebaliknya, juga lebih aman daripada rute lurus yang menghubungkan kawasan yang sama.

Biasanya, maskapai komersial terbang dengan rute melengkung ke utara yang melintasi Kanada dan Alaska. Karena itu, pesawat menghabiskan lebih sedikit waktu di atas Samudra Pasifik dan memungkinkan pendaratan darurat jika diperlukan.

Di sisi lain, pesawat komersial juga sering menghindari penerbangan di atas Gunung Everest. Diketahui, Himalaya memiliki pegunungan yang lebih tinggi dari 20 ribu kaki, termasuk Gunung Everest dengan ketinggian sekira 29.035 kaki.

Meskipun sebagian besar pesawat komersial dapat terbang pada ketinggian 30 ribu kaki, penerbangan harus dilakukan di bawah stratosfer. ** Baca juga: Dijual dengan Harga Fantastis, Rumah Abad ke-19 Tempat Pembunuhan Brutal

Udara di stratosfer sangat tipis dengan kadar oksigen yang rendah. Hal itu akan menyebabkan turbulensi udara dan ketidaknyamanan penumpang.

Selain itu, kekuatan angin akan semakin kencang dan adanya pegunungan membuat manuver pesawat semakin sulit. Risiko kehabisan oksigen juga dapat terjadi karena maskapai penerbangan biasanya hanya memiliki oksigen selama 20 menit.

Dalam situasi di mana persediaan oksigen habis, penerbangan harus turun ke ketinggian setidaknya 10 ribu kaki untuk mengisi oksigen, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan di wilayah Himalaya.

Alasan lainnya, Angkatan Udara India dan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat melakukan sesi pelatihan di wilayah tersebut. Umumnya, pihak berwenang membatasi maskapai penerbangan komersial untuk terbang di atasnya.

Jadi, kebanyakan pesawat mengindari terbang langsung di atas Samudra Pasifik dan Gunung Everest, karena terlalu berisiko dan menghindari kecelakaan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru