oleh

Angkot T 10 & 11 Mogok, Penumpang Terlantar

Kabar6-Puluhan angkutan kota (angkot) T 10 rute Poris Plawad-Ampera-Cipondoh dan angkot T 11 rute Pondok Bahar-Ampera melakukan aksi mogok narik, Rabu (5/12/2012).

Para supir protes kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang yang mewajibkan mulai 1 Desember lalu, angkot T 10 dan T 11 masuk kedalam Terminal Poris Plawad.

Akibat aksi para supir angkot tersebut, ratusan penumpang disepanjang rute dimaksudpun terlantar. Hingga kini, aksi mogok para supir masih terus berlangsung.

Samsul (40), salah seorang supir angkot T 10 yang turut dalam aksi mogok tersebut mengatakan, bahwa kebijakan Dishub tersebut merugikan supir dan penumpang.

Pasalnya, kebijakan memasuki Terminal Poris Plawad mengakibatkan kehilangan waktu dan supir harus merogoh kocek lebih untuk biaya bahan bakar. Sementara, tidak ada penumpang yang bisa diakut di terminal tersebut.

“Sebelum masuk terminal poris plawad, kita hanya butuh bahan bakar Rp. 50 ribu. Tapi setelah adanya kebijakan masuk ke dalam terminal, kebutuhan bakar membengkak menjadi Rp. 90 ribu,” ujar Salsul lagi.

Penumpang berharap, Dishub mengatur jam masuk Terminal Poris Plawad. Khusus pada jam pergi dan pulang kantor, kewajiban masuk terminal Poris Plawad ditiadakan bagi angkot T 10 dan T 11.

Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Terminal Poris Plawad, Endang Romza mengatakan, bahwa kebijakan wajib masuk terminal Poris Plawad adalah aturan.

“Kami akan menertibkan setiap angkot yang menolak masuk ke dalam Terminal Poris Plawad. Karena itu sudah menjadi bagian dari aturan dinas untuk menghidupkan Terminal Poris Plawad,” ujar Endang Romza. 

Sementara, Ani, salah seorang penumpang yang terlantar mengaku sangat kecewa dengan aksi mogok supir T 10 dan T 11 tersebut. Pasalnya, akibat aksi mogok itu dirinya menjadi terlambat masuk kantor.

“Menyampaikan pendapat sah-sah saja. Tapi hendaknya jangan sampai merugikan orang lain. Karena bila tanpa penumpang supir angkot juga akan sengsara,” ujar Ani lagi.(ali)

Berita Terbaru